Rosatom Gandeng Institut Teknologi Kamboja i

Ilustrasi reaktor nuklir

Oleh : Feriawan Hidayat / FER | Jumat, 7 Sepember 2018 | 12:40 WIB

Phnom Penh - Rosatom Asia Tenggara dan Institut Teknologi Kamboja (ITC) menandatangani kesepakatan kerja sama berdasarkan perjanjian antar pemerintah tentang penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai, yang telah ditandatangani antara Rusia dan Kamboja pada tahun lalu.

Kepala Rosatom Asia Tenggara, Egor Simonov, dan Direktur Jenderal ITC, Dr OM Romny, menuangkan kesepakatan tersebut dalam dokumen yang bertujuan untuk mengintensifkan dialog ilmu nuklir dan pendidikan antara Rusia dan Kamboja. Melalui kerja sama ini, Institut Teknologi Kamboja akan menjadi langkah awal bagi pengembangan pusat informasi untuk Energi Atom di Kamboja.

"Kerja sama ini akan berkontribusi pada meningkatnya kesadaran publik akan teknologi nuklir dan peran mereka dalam pembangunan berkelanjutan di Kamboja," ujar Egor Simonov, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (7/9).

Menurutnya, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan kemitraan antara ITC dan lembaga pendidikan tinggi Rusia, dan termasuk didalamnya adalah perusahaan penelitian dan pendidikan dari Rosatom State Corporation.

Sementara itu, Dr Om Romny menyatakan, pengembangan ilmu pengetahuan nuklir dan teknologi adalah salah satu pilar penerapan strategi nasional.

"Selain pembangkit listrik, teknologi nuklir secara luas digunakan dalam obat-obatan, pertanian dan industri penting lainnya," tandasnya.

Institut Teknologi Kamboja (ITC) sendiri didirikan pada tahun 1964. Hingga saat ini, ITC memiliki 8 departemen dengan sekitar 4.942 mahasiswa strata sarjana (S1) pada Agustus 2018.



Selengkapnya
 
MORE STORIES