Refeed Kenalkan Platform Jualan Langsung ke Follower i

Refeed menghadirkan platform e-commerce yang membantu pebisnis online mengotomasi dan mengembangkan bisnisnya agar dengan end-to-end social commerce.

Oleh : Feriawan Hidayat / FER | Kamis, 13 Sepember 2018 | 09:30 WIB

Jakarta - Platform media sosial (Medsos) seperti Facebook dan Twitter, telah mencoba mencari cara untuk mewujudkan pengalaman atau experience belanja bagi penggunanya selama bertahun-tahun.

CEO Refeed, Silvia Ratna, mengungkapkan, salah satu hambatan utama untuk mensosialisasikan cara belanja di medsos karena banyak orang yang enggan mencampur pengalaman berbelanja dengan aktivitas jejaring sosial mereka.

"Mereka melihat situs seperti Facebook dan Twitter sebagai alat untuk berkomunikasi dengan teman dibandingkan tempat untuk berbelanja. Kendala umum lainnya adalah ketidak yakinan pengguna medsos untuk memasukkan data dalam berbelanja di jejaring sosial," ungkap Silvia di Jakarta, Kamis (13/9).

Menurut Silvia, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir telah terlihat munculnya situs belanja yang memiliki fitur sosial seperti, Wanelo, Fancy, dan Polyvore. "Dikarenakan situs-situs tersebut dirancang khusus untuk berbelanja, mereka tidak mengalami hambatan seperti yang disebutkan diatas," jelasnya.

Silvia menilai, social commerce biasanya digunakan untuk merujuk pada pengalaman belanja online yang mencakup elemen sosial, seperti menyukai produk atau membeli sesuatu melalui tautan yang di posting di medsos. Namun, langkah terbaru dalam evolusi belanja sosial adalah pengalaman atau experience yang benar-benar menyeluruh.

"Pengguna menemukan dan membeli produk dalam satu platform medsos yang sama, dan tidak perlu melompat ke situs eksternal. Kelemahannya adalah, bisnis yang terjadi kerap menemui kendala pada proses bisnis yang membuat tidak terjadi skalasi bisnis maupun konversi," tandasnya.

Menurut Silvia, hadirnya Refeed menyelesaikan dalam bentuk lain, dan menyesuaikan dengan budaya medsos di Indonesia. Hal itu dilakukan dengan membuat minishop yang terintegrasi end-to-end dengan konsep Like2Buy, mulai dari mengeksekusi pertumbuhan traffic dari berbagai channel, membangun follower sebagai reseller dengan pembagian komisi ke reseller auto split, payment gateway untuk mempercepat scaleup bisnis di sosmed sebagai media automation, bahkan sampai fitur cash on delivery (COD), untuk melakukan penetrasi pasar dengan cepat dan aman.

"Intinya, Refeed menyatukan konsep end-to-end solution dan Like2Buy dengan fokus membuat bisnis cepat tumbuh besar dengan berbagai fitur otomatisasi," pungkasnya.



Selengkapnya
 
MORE STORIES