Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menkominfo Setuju e-Money Disapih dari Bisnis Operator

Kamis, 3 Desember 2015 | 12:15 WIB
Investor

JAKARTA – Menkominfo Rudiantara akhirnya bicara soal rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan yang mewajibkan operator telekomunikasi memisahkan bisnis e-money-nya dalam entitas bisnis tersendiri.


"Saya sih setuju. Namun, lebih baik, pemisahan itu dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pisahkan dulu sistem akuntansinya dulu. Setelah itu, lama-lama baru dipisahkan 100%,” kata Rudiantara usai peluncuran solusi XL Digibiz di Gedung SMESCO, Jakarta, Rabu (2/12).


Sebelumnya, Dirut PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini, Dirut PT Indosat Ooredoo Tbk Alexander Rusli dan Dirut PT Telkomsel Ririek Adriansyah sudah memberikan tanggapan soal rencana OJK mengeluarkan aturan yang mengharuskan operator telekomunikasi memisahkan bisnis e-money menjadi entitas bisnis sendiri.


Indosat Ooredoo dan Telkomsel secara tegas mendukung rencana OJK itu. Sedangkan XL masih menganggap pemisahan itu memiliki sisi negatif yang lebih besar dibandingkan sisi positifnya.


Saat ini ada tiga operator telekomunikasi di Tanah Air yang memiliki bisnis e-money, yakni Telkomsel, Indosat dan XL memiliki bisnis e-money. Bisnis e-money Telkomsel dengan nama T-Cash, Indosat Dompetku, dan XL Tunai. Ketiga bisnis e-money operator itu menyatu dengan bisnis inti mereka.


“Menurut saya, itu make sense karena di dalamnya ada unsur pengelolaan dana milik pihak ketiga. Saat ini, Telkomsel melakukan itu dengan cara menggunakan rekening yang dipisahkan dari rekening operasional Telkomsel,” kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah.


Menurut Ririek, kalau memang OJK jadi mengeluarkan aturan yang mengharuskan operator telekomunikasi menyapih bisnis e-money dalam entitas bisnis tersendiri, Telkomsel siap melaksanakannya segera. “Bahkan, Telkomsel juga sudah menyiapkan agar rekening tersebut auditable dan transparan,” kata Ririek.


Sedangkan Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo Alexander Rusli juga setuju dengan rencana OJK itu. “Saya kira itu bagus dan saya setuju kalau bisnis e-money operator itu dipisahkan dalam entitas bisnis tersendiri. Ini pendapat saya sebagai CEO Indosat Ooredoo ya, bukan sebagai ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia),” kata Alexander.


Alasan Alexander menyetujui rencana OJK menyapih bisnis e-money operator telekomunikasi itu karena memang sejatinya bisnis operator dan bisnis e-money itu berbeda. “Memang e-money itu menyatu dengan SIM Card. Tapi pengelolaannya beda, orangnya juga beda. Capex beda juga tidak apa-apa. Jadi sebaiknya memang dipisah saja,” kata Alexander.


Sedangkan Direktur Utama PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini berpendapat, bisnis e-money operator telekomunikasi itu menyatu dengan SIM Card sehingga sangat sulit bila harus dipisahkan menjadi entitas bisnis sendiri. Selain itu, bisnis e-money operator rata-rata masih ’bayi’ yang masih butuh disusui oleh induknya (operator).


“Saya kira bisnis e-money operator telekomunikasi itu belum bisa dilepas dari induknya. Saya kira masih sulitlah. Kalau sekarang kan karena masih menyatu dengan induknya (XL), orang-orangnya sama, timnya sama, capex-nya juga menyatu, dan masih bisa subsidi silang. Jadi, kami masih bisa hemat,” kata Dian.


Oleh karena itu, kata Dian, bisnis e-money itu seharusnya tetap menyatu dalam bisnis telekomunikasi. Menurut Rudiantara, ia sudah membicarakan masalah ini dengan seluruh operator telekomunikasi. "Saya sudah bicara dengan temanteman operator. Jadi, (dengan aturan OJK ini) biar mereka jadi lebih fokus," ujar Rudiantara.


Menurut dia, penyedia layanan e-money cukup banyak. Pemainnya tidak hanya para operator telekomunikasi saja, bahkan ada yang independen. "Namanya bermacam- macam. Konsepnya juga bermacam," ujar dia.


Sedangkan bisnis e-money milik operator, menurut dia, tidak fokus, bercampur, mulai dari sistem akuntansinya, sumber daya manusianya, capex-nya, dan lain-lain. Padahal e-money milik bank atau pemain e-money lain sudah memisahkan sistem akuntasinya.


Menurut Menkominfo sistem yang dipakai di perbankan dapat ditiru oleh para operator. Namun memang tidak bisa langsung diterapkan karena butuh proses. Berapa lamanya tinggal tergantung operator sendiri. "Jadi, kalau mau di-spin off, saya kira, butuh waktu satu atau dua tahun,” kata Rudiantara. (rz)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN