Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2018, Layanan Digital XL Berkontribusi 7%

Jumat, 18 Maret 2016 | 16:21 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Operator telekomunikasi XL menargetkan lini layanan digital (digital services) dapat berkontribusi sekitar 7% dari total pendapatan pada 2018 dari saat ini masih 4%.


Lini digital yang ingin digenjot XL sebagai penopang pemasukan di antaranya mobile advertising, machine to machine (M2M) atau internet of things (IoT), serta XL tunai lewat mobile payment.


Direktur Digital Services XL Ongki Kurniawan mengatakan, saat ini merupakan era digital yang dapat membawa dunia pada kondisi tanpa batas. Platform digital pun bisa memacu orang untuk lebih berkreasi dan berinovasi.


Melihat kondisi tersebut, XL menangkap peluang untuk terus mengembangkan platform digital demi memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan masyarakat dan tentu saja pendapatan.


“Di XL, kami mempunyai tiga lini bisnis yang bergerak di platform digital, yaitu mobile advertising, M2M/IoT, dan mobile payment yang disebut XL tunai. Kami menargetkan lini digital services dapat berkontribusi sebesar 7% terhadap total revenue pada 2018,” kata Ongki di Jakarta, baru-baru ini.


Menurut dia, bertepatan dengan momen Dig In 2016 Digitalisme yang digagas XL, pihaknya ingin memberikan update perkembangan terbaru mengenai industri digital di Indonesia. Salah satu hal yang dibicarakan dalam event tersebut adalah paltform mobile advertising.


Saat ini, mobile advertising diklaim mempunyai potensi perkembangan bisnis yang sangat besar, mengingat penetrasi perangkat ponsel (mobile) yang terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dari era digital yang sedang berlangsung dan berkembang pesat.


“Bisnis mobile adverstising mempunyai potensi yang sangat besar di Indonesia. Kami melihat ini sebagai peluang untuk menaklukan pasar dengan cara beriklan melalui mobile. Kami siap bekerja sama dengan semua brand yang melakukan mobile advertising,” ujarnya.


Head of Mobile Advertising XL Retno Wulan melanjutkan, pertumbuhan bisnis mobile advertising XL terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Hingga akhir 2015, XL telah berhasil menggaet sebanyak 3.000 brand yang bekerja sama melalui mobile advertising. Tahun ini (2016), XL menargetkan bisa menggaet hingga 6.000 brand untuk bekerja sama di lini mobile advertising.


Dia menjelaskan, potensi pasarnya sangat besar. Karena, setiap orang melihat mobile dan rata-rata orang melihat ponsel minimal 2 jam sehari. “Memang di dunia mobile adverstising masih ada aturan-aturan, yang tidak boleh ada pornografi, minuman keras, narkoba, dan lainnya. Pakem-pakem itu tetap kami pegang dan patuhi. Kami optimistis pasarnya masih sangat besar untuk digarap. Karena, mobile advertising kita bersifat agnostic,” jelasnya.


Retno menjelaskan, cara memasang iklan di XL terdiri dari tiga pakem, yaitu click per mil (CPM), click per install, dan click per acquisition. Dari ketiga pakem tersebut, click per instal saat ini berkontribusi paling tinggi, meskipun click per install dan click per mil yang memiliki volume click paling banyak. (man)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN