Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2015, Fujitsu Kuasai Pasar Document Scanner

Oleh Emanuel Kure, Kamis, 19 Maret 2015 | 14:52 WIB

JAKARTA – Fujitsu menargetkan meraih pangsa pasar produk document scanner di Indonesia sebesar 60% pada 2015. Sedangkan, pada 2014, Fujitsu berhasil meraih pangsa pasar sebesar 40% dan bertengger di posisi pertama sebagai penguasa pasar document scanner di Indonesia.


Manager Product Marketing Platform Products Fujitsu Mohd Hazlie mengatakan, selama 2014, produk dokumen scanner Fujitsu berhasil menjadi nomor satu di Indonesia dengan total penjualan sebanyak 6.000 unit, dan berhasi meraih pangsa pasar sebesar 40%. Pada 2015, pihaknya menargetkan untuk menjual sebanyak 10000 unit dengan raihan pangsa pasar sebesar 60%.


“Indonesia merupakan pasar penting bagi Fujitsu. Dibandingkan negara Asean lainnya, posisi Indonesia nomor satu dengan raihan pangsa pasar sebesar 40% pada 2014, dibandingkan Singapura 32%, Malaysia 27%, dan Thailand 30%. Jadi, tahun ini (2015) kami optimistis, penjualan produk kami akan terus meningkat,” kata Hazlie di Jakarta, Rabu (18/3).


Menurut Hazlie, yang menjadi keunggulan dari dokumen scanner besutan Fujitsu adalah fitur dan inovasi teknologi yang dibenamkan ke dalam produk document scanner. Dia menyebutkan, Fujitsu memiliki fitur intelligent sonic paper protection (iSOP), straight paper path, dan juga maintenance dan durable yang andal. Selain itu, Fujitsu terkenal dengan perangkat-perangkat yang berkualitas, karena diproduksi di Jepang.


“Itulah yang membedakan kami dengan kompetitor. Kompetitor tidak memiliki kualifikasi seperti yang kami miliki. Bahkan, untuk fitur iSOP baru Fujitsu yang memilikinya dan merupakan yang pertama. Kompetitor lain berusaha untuk mengikutinya, tapi tidak sama dengan Fujitsu,” jelas Hazlie


Bisnis Tumbuh 30%

Sementara itu, Managing Director Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan menuturkan, pada tahun ini (2015), Fujitsu menargetkan pertumbuhan bisnisnya sebesar 30%. Target ini dipatok lebih tinggi dari realisasi pada 2014, yang flat. Sayangnya, dia tidak menyebutkan realisasi pertumbuhan bisnis selama tahun lalu.


“Pada tahun lalu, pertumbuhan bisnis kita flat. Itu disebabkan karena situasi politik (pemilu) yang terjadi pada tahun lalu. Tahun ini kita targetkan untuk tumbuh 30%, baik itu dari sisi portofolio produk maupun dari sisi services,” ujar Sofwan.


Sofwan mengungkapkan, di Indonesia Fujitsu menggeluti dua lini bisnis utama, yaitu layanan dan solusi produk serta jasa services. Untuk jasa services terdiri dari application services dan infrastruktur as a services. Sementara itu, komposisi dua layanan bisnis ini masih didominasi lini produk, yaitu sebesar 60% dan servives sebesar 40%. Namun, mengutip International Data Corporation (IDC), dia memperkirakan, layanan jasa services bakal lebih berkembang dibandingkan lini produk. IDC berpendapat, layanan jasa services bakal tumbuh sekitar 22-23% ketimbang lini produk sekitar 10% pada 2015.


“Pada tahun ini (2015), kita akan mengikuti market. Berdasarkan data IDC, jasa services bakal lebih berkembang daripada produk. Jadi kita akan terus menggenjot layanan services. Tapi, tidak berarti kita mengabaikan lini produk. Keduanya akan berjalan bersama, tapi kita dorong services untuk lebih berkembang lagi,” ungkap Sofwan.


Di sisi lain, melihat kondisi pasar saat ini, di mana nilai tukar rupiah mengalami tekanan yang begitu hebat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Fujitsu akan menyiasatinya dengan cara meminta principle agar tidak menaikkan harga produk, tetapi memberikan harga yang kompetitif, sehingga bisa bersaing di pasar.


“Kami akan bicara dengan principle untuk memberikan harga yang kompetitif di pasar, sehingga kita bisa bersaing di pasar. Yang pasti kita yakin dengan produk-produk kita untuk bisa bersaing di pasar,” tutur Sofwan. (*)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA