Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
First Media. Foto: IST

First Media. Foto: IST

2020, First Media Bidik Sektor Korporasi Berkontribusi 30%

Emanuel Kure, Jumat, 12 Juli 2019 | 08:00 WIB

JAKARTA, investor.id - First Media, pemimpin di industri penyedia pay TV dan fix broadband cable internet di Indonesia, menargetkan pendapatan dari layanan sektor korporasi mencapai 30% dari total pendapatan pada 2020. Persentase tersebut tumbuh signifikan dibandingkan kontribusi sektor korporasi 15% pada 2018.

Marlo Budiman, CEO & president director PT Link Net Tbk, yang merupakan induk usaha dari First Media, mengatakan, First Media memiliki lini bisnis yang khusus melayani sektor korporasi. Layanannya terdiri atas konektivitas, data center, managed services, cloud services, dan juga customized information and communication technologies (ICT) solutions.

“Kami menargetkan layanan di sektor korporasi dapat berkontribusi 30% pada 2020 dari total pendapatan kepada First Media. Kami optimistis, karena memiliki kualitas layanan end to end solutions yang dibutuhkan oleh sektor korporasi. Banyak value added yang kami berikan kepada pelanggan,” kata Marlo di Jakarta, Kamis (11/7).

Menurut dia, tren transformasi digital akan turut mendorong perusahaan untuk mengadopsi layanan yang end to end solution. Hal itu dilakukan supaya perusahaan klien bisa lebih fokus menjalankan bisnisnya, sehingga bisa menjadi lebih kompetitif.

“First Media Business menyediakan layanan yang sifatnya end to end solutions supaya bisa mempercepat perusahaan dalam proses menuju transformasi digital. Layanan-layanan yang kami sediakan akan mempermudah proses tersebut, sehingga bisnis menjadi lebih kompetitif,” ujarnya.

Dia juga menuturkan, salah satu layanan yang akan menjadi tren ke depannya, yaitu layanan komputasi awan (cloud services). Layanan ini dinilai sangat dibutuhkan, baik oleh individu maupun perusahaan untuk menyimpan data-datanya.

“Sekarang ini, kalau kita lihat, handphone itu kapasitas memorinya seberapa besar sih? Jadi, orang mulai menggunakan layanan cloud untuk menyimpan data-datanya. Industri juga begitu. Jadi, cloud services akan mengakomodasi semua kebutuhan yang terkait penyimpanan data,” ungkap Marlo.

Untuk saat ini, layanan konektivitas, seperti layanan data, fiber optik, dan very small aperture terminal (VSAT), masih mendominasi kontribusi pendapatan dari semua layanan korporasi First Media, yaitu sekitar 85%. Ke depannya, pihaknya akan terus menggenjot kontribusi pendapatan dari layanan, seperti data center, cloud services, maupun ICT solutions.

“Memang untuk saat ini, layanan konektivitas itu kontribusinya mencapai 85%. Tetapi, dengan melihat tren yang ada, layanan yang lain juga pasti akan signifikan kontribusnya,” jelasnya.

Mengingat persaingan di sektor tersebut juga ketat, Marlo mengungkapkan, pihaknya memiliki strategi khusus untuk bersaing di pasar. Brand First Media yang sudah dikenal di pasaran diyakini akan menjadi daya jual untuk memenangi persaingan. Selain itu, First media memiliki tim andal yang siap untuk melayani konsumen yang disebut First Squad.

“Kami akan me-leverage brand First Media yang sudah kuat di pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Enterprise Sales Director PT Link Net Tbk Agung Satya Wiguna mengungkapkan, pihaknya juga akan menggenjot jaringan kemampuan tersambung ke rumah tangga (home passed) yang ditargetkan akan mencapai 2,8 juta pada 2021.

Saat ini, jumlah home passed First Media yang sudah terhubung jaringan internet sekitar, 2,35 juta. Sampai akhir tahun ini, jumlahnya ditargetkan naik menjadi 2,5 juta home passed terhubung.

“Jadi, setiap tahun, kami targetkan sekitar 250 ribu-350 ribu home passed tersambung. Jadi, sampai 2021 itu, ditargetkan sebanyak 2,8 juta home passed sudah terhubung ke kota-kota yang menjadi basis layanan kami,” imbuh Agung.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN