Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2020, Lebih Separuh Paket Terkirim dalam Waktu Kurang dari 2 Jam

Gora Kunjana, Kamis, 27 September 2018 | 15:32 WIB

JAKARTA- Zebra Technologies Corporation (NASDAQ: ZBRA), inovator yang mendukung perusahaan skala enterprise melalui solusi dan mitra terbaik untuk mendukung agar berbagai perusahaan dapat mewujudkan kinerja yang unggul, hari ini mengumumkan hasil riset bertajuk Future of Fulfilment Vision Study untuk wilayah Asia Pasifik, studi yang menganalisis cara perusahaan-perusahaan manufaktur, transportasi dan logistik (T&L), serta para pebisnis ritel mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi on-demand yang terus berkembang.

Riset ini mengungkapkan bahwa 67% perusahaan logistik berharap dapat menyediakan layanan pengiriman di hari yang sama (same-day delivery) di tahun 2023 dan 55% mengharapkan dapat melakukan pengiriman dalam selang waktu dua jam di tahun 2028.

Selain itu, 96% responden survei berharap untuk dapat menggunakan pengiriman dengan metode urun daya (crowdsourcing) atau memanfaatkan jaringan pengemudi, yang memungkinkan mereka membuat pilihan guna menyelesaikan pengiriman tertentu di tahun 2028.

Kemudian, sebanyak 92% responden menyebutkan investasi modal dan biaya operasional untuk menerapkan operasi omnichannel sebagai tantangan utama. Hanya 42% responden di sisi rantai pasokan (supply chain) yang melaporkan bahwa mereka saat ini telah beroperasi pada tingkat omnichannel. Sebaliknya, sekitar 73% konsumen berbelanja dari beberapa channel yang berbeda.

Lalu, tujuh dari sepuluh pemimpin perusahaan/eksekutif yang disurvei setuju bahwa semakin banyak pengecer akan mengubah toko mereka menjadi pusat pemenuhan atau fulfilment yang mengakomodir pengembalian produk. Di tahun 2023, 99% pebisnis ritel berencana menerapkan sistem pembelian secara online/pengambilan di toko sehingga proses pemenuhan pengiriman barang menjadi lebih lancar.

Di Kawasan Asia Pasifik, 93% responden setuju bahwa menerima dan mengelola pengembalian produk masih menjadi tantangan. Sistem logistik untuk pengembalian barang masih belum berkembang dan masih ada peluang yang signifikan untuk pengembangan lebih lanjut. Saat ini, 58% pengusaha ritel menagihkan biaya tambahan untuk pengembalian, dan 71% tidak berencana untuk mengubah kebijakan ini di masa depan. Sementara itu, 71% responden survei setuju bahwa semakin banyak pengusaha ritel akan mengubah toko mereka menjadi pusat pemenuhan fulfilment yang dapat menangani pengembalian produk.

Saat ini, 55% perusahaan masih menggunakan proses manual berbasis pena dan kertas yang tidak efisien dalam melakukan aktivitas logistik omnichannel. Di tahun 2021, komputer mobile genggam dengan pemindai barcode akan digunakan oleh 99% responden untuk logistik omnichannel. Peningkatan dari metode manual berbasis pena dan kertas ke komputer genggam atau tablet dengan pemindai barcode akan meningkatkan logistik omnichannel melalui penyediaan akses real-time yang semakin besar ke sistem manajemen gudang.

Teknologi identifikasi frekuensi radio/radio-frequency identification (RFID) dan platform manajemen inventaris diperkirakan akan berkembang dari 32% saat ini menjadi 95% di tahun 2028. Solusi software, hardware, dan penandaan (tagging) yang dilengkapi RFID menawarkan pencarian inventaris per barang yang mendetail, sehingga meningkatkan akurasi inventaris dan kepuasan pembelanja sekaligus mengurangi kondisi kehabisan stok, kelebihan stok, dan kesalahan pengisian stok.

Para pengambil keputusan yang berorientasi masa depan mengungkapkan bahwa rantai pasokan generasi berikutnya akan mencerminkan solusi terkoneksi dan otomatis dengan kemampuan intelijen bisnis yang akan meningkatkan kecepatan, ketepatan dan efektivitas biaya yang belum pernah terjadi sebelumnya di sisi transportasi dan tenaga kerja. Para pemimpin perusahaan yang disurvei memperkirakan bahwa teknologi-teknologi yang paling disruptif di antaranya adalah drone, kendaraan tanpa pengemudi/otonom, teknologi atau perangkat wearable dan mobile, serta robotik.

Sehubungan dengan perkembangan di industri fulfilment, Zebra telah memperkenalkan sebuah printer mobile baru dan solusi RFID yang dapat membantu mendorong efisiensi yang lebih baik, baik on-premise maupun off-premise. Printer mobile seri ZQ300 terbaru memberdayakan para pekerja di lapangan, di gudang penyimpanan, atau di toko ritel dengan kemampuan mencetak sesuai permintaan.

Sementara itu, pembaca RFID UHF fixed FX9600 akan memungkinkan perusahaan enterprise untuk memantau pergerakan kargo dalam jumlah besar di gudang penyimpanan maupun dermaga.

Printer mobile seri ZQ300 kelas menengah menghadirkan kemampuan pencetakan struk/kuitansi dan label yang dilengkapi dengan opsi-opsi konektivitas nirkabel, baterai dan manajemen daya yang disempurnakan. Dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, printer dengan desain yang lebih apik tersedia untuk penggunaan di industri ritel yang bersinggungan langsung dengan pelanggan, sementara printer dengan desain yang lebih bernuansa industri sangat cocok untuk penggunaan di industri transportasi dan logisik, manufaktur, serta pemerintahan.

Pembaca RFID UHF Fixed FX9600 memiliki sensitivitas Radio Frequency (RF) yang tinggi, sehingga dapat memberikan akurasi tinggi dan rentang baca yang panjang, meski digunakan di lingkungan dengan lalu lintas barang dan orang yang padat atau pada bahan-bahan/material yang paling menantang. Dirancang untuk penggunaan di lingkungan terberat, FX9600 dapat terus berfungsi bahkan di tempat kerja yang lembab dan berdebu, atau bersuhu panas yang ekstrim, atau bahkan bersuhu di bawah nol derajat. FX9600 dapat menampung aplikasi-aplikasi yang dibenamkan, sehingga data dapat diurai langsung pada perangkat pembaca di tepi jaringan. Hal ini secara signifikan dapat mengurangi jumlah data yang dikirimkan ke server backend, serta meningkatkan bandwidth jaringan dan meningkatkan kinerja jaringan. Integrasi data ke berbagai aplikasi middleware pun disederhanakan, sehingga mengurangi waktu dan biaya penerapan. (ral)

BAGIKAN