Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate melakukan kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka Ground Breaking BTS 2021 USO di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis  (22/4).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate melakukan kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka Ground Breaking BTS 2021 USO di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (22/4).

2021, Kemkominfo Bangun 4.200 BTS USO untuk Wilayah 3T

Kamis, 22 April 2021 | 21:30 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

NATUNA, investor -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mulai membangun Base Tranceiver Station (BTS) dengan teknologi 4G yang ditujukan kepada masyarakat yang berada di area terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Targetnya, Kemkominfo akan membangun sebanyak 4.200 BTS untuk mengatasi kesenjangan digital di wilayah 3T sepanjang tahun ini.

Sebagai langkah awal dari target tersebut, Kemkominfo melakukan ground breaking pembangunan BTS di Kepulauan Natuna, Provinsi Kepualuan Riau. Pembangunan di wilayah ini akan mengawali seluruh pembangunan BTS dengan menggunakan dana Universal Service Obligation (USO) yang ditujukan untuk wilayah 3T di seluruh Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, terkait dengan infrastruktur Telekomunikasi Informatika dan Komunikasi (TIK), tahun ini, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kemkominfo akan membangun 4.200 BTS di seluruh Indonesia, khususnya wilayah 3T yang dilakukan dalam 5 paket.

“Hari ini, merupakan langkah pertama kita membangun BTS USO. Hari ini juga kita membangun paket satu dan paket dua di bawah konsorsium Fiberhome, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau. Nantinya, di kabupaten Natuna sendiri akan dibangun 17 BTS 4G untuik 17 desa. Di Kabupaten Kepulauan Anambas akan dibangun 12 BTS di 12 desa, di kabupaten Bintan akan dibangun 5 BTS untuk 5 desa, dan di kabupaten Karimun akan dibangun 1 BTS untuk 1 desa,” kata Johnny saat Kunjungan Kerja dalam rangka Ground Breaking BTS 2021 USO di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (22/4).

Menurut Johnny, pembangunan infrastruktur TIK di Kepulauan Kepri tidak hanya membangun BTS. Tetapi, Kemkominfo juga telah membangun jaringan fiber optik (Palapa Ring) sepanjang 2225 KM, yaitu sepanjang 1724 KM di darat, dan 531 di bawah laut.

Johnny mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan untuk menunjang akses telekomunikasi di wilayah Kepri, serta untuk mendukung kehidupan sosial maupun ekonomi di wilayah Kepri.

“Penggelaran fiber optik yang menghubungan Provinsi Jambi dan Kepulauan Riau dan melanjutkan serta melintasi selat digabungkan dengan Kalimantan Barat, untuk dihubungkan dengan kawasan provinsi di Kepri, sebagai bagian dari jaringan nasional kita untuk mendukung serta mendorong kita sekalian untuk melakukan akselerasi pembangunan TIK nasional kita, menunjang, mendukung, dan menjemput akselerasi transformasi digital dalam kaitannya dengan industri 4.0,” jelas Johnny.

Hilirisasi Infrastruktur TIK

Johnny juga mengungkapkan, saat ini jaringan tulang punggung nasional mencapai 342 ribu kilometer (km). Dia menyebut, ini merupakan suatu sumber daya jaringan yang luar biasa hebat, yang menarik perhatian dan minat bangsa-bangsa besar dunia untuk menghubungkan wilayah Pasifik dan India, menghubungkan Australia dan wilayah-wilayah utara Indonesia.

“Tentu pembangunan ini, hilirisasi infrastruktur kita harus kita perjuangkan dan matangkan bersama-sama. Saya juga berharap pembangunan infrastruktur TIK yang dilaksanakan melalui bauran pembiayaan, blended financing, porsi USO yang dipungut dari operator seluler ditambah porsi penerimaan negara bukan pajak sektor Kemkominfo dan rupiah murni dari APBN. Bauran pembiayaan ini bisa menghasilkan infrastruktur yang tepat guna dan dimanfaatkan secara cerdas oleh bangsa kita,” ungkap Johnny.

Johnny menambahkan, peralihan dan perpindahan migrasi aktivitas masyarakat dari ruang fisik ke ruang digital menuntut prasyarat baru, cara berpikir baru serta kebiasan baru. Oleh karena itu, Johnny berharap bahwa pembangunan infrastruktur dimanfaatkan untuk kepentingan kemajuan bangsa.

“Jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Secara khusus kami berharap kita cerdas dalam melakukan pemanfatan ruang digital dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermanfaat, seperti berita bohong, hoax, misinformasi, disinformasi dalam bentuk, rupa, dan substansi apapun yang tidak sejalan dengan UU. Mari kita sejalan bersihkan ruang digital kita agar lebih bermanfaat,” tegas Johnny.

Selain itu, lanjut Johnny, Kemkominfo sendiri pada 2021 ini akan melaksanakan gerakan nasional literasi digital yang sudah dimulai di kota surabaya belum lama ini, untuk melaksanakan kegiatan pelatihan tingkat dasar bagi 12,4 juta rakyat Indonesia di tahap awal. Dan selanjutnya setiap tahun agak meningkat.

“Kami berharap sampai dengan akhir periode pemerintahan ini, setidaknya 100 juta rakyat kita dapat menjangkau dalam gerakan literasi digital atau keahlian tingkat dasar digital. Ini penting sekali kita lakukan, karena pembangunan infrastruktur ini harus bisa kita manfaatkan dan gunakan untuk kepentingan kita sebagai bangsa. Pembangunan infrastruktur TIK, paket 1, 2, 3, 4 dan 5 diawali hari ini dari desa Kelanga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri untuk Nusantara. Kita mulai hari ini dan kita hasilkan yang terbaik bagi bangsa kita,” tandas Johnny.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN