Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi manfaat IoT. (Dok mitechnews.com)

Ilustrasi manfaat IoT. (Dok mitechnews.com)

2022, Pasar IoT Indonesia Rp 444 Triliun

Emanuel Kure, Jumat, 4 Oktober 2019 | 10:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Internet of Things Indonesia (Asioti) memperkirakan, nilai pasar internet of things (IoT) Indonesia mencapai Rp 444 triliun pada 2022. Nilai tersebut tumbuh signifikan dibandingkan nilai pasar IoT saat ini masih sekitar Rp 100 triliun.

Sementara itu, jumlah perangkat yang terhubung ke internet, atau sensor IoT, diperkirakan mencapai 400 juta tahun 2022 dari saat ini masih sekitar 100 juta perangkat terhubung. Salah satu perangkat yang menjadi indikator terhubung ke internet adalah ponsel pintar (smartphone).

Ketua Umum Asioti Teguh Prasetya mengatakan, smartphone merupakan salah satu perangkat IoT yang saat ini terhubung ke internet. Di dalam sebuah smartphone setidaknya terdapat 12 sensor. Sedangkan nilai pasar IoT dapat dihitung dari komposisi perangkat sebesar 13%, jaringan 9%, serta platform dan aplikasi 78%.

“Jadi, bisa dibayangkan, betapa besar potensi perangkat yang akan terhubung ke depannya, begitu pun nilai pasarnya. Karena itu, mulai sekarang perlu dibangun ekosistem yang lebih masif, sehingga kita bisa meng-capture potensi yang ada,” kata Teguh di Jakarta, Rabu (2/10).

Dia melanjutkan, potensi pertumbuhan bisnis IoT juga sudah didukung dengan regulasi dari pemerintah yang memadai. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sudah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) No 1 tahun 2019 tentang Izin Kelas dan Penggunaan Frekuensi.

Kemudian, regulasi didukung juga dengan Peraturan Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo No 3 tentang Low Power Wide Area (LPWA). Teknologi LPWA memanfaatkan frekuensi yang bisa digunakan bersama (unlicensed) di rentang 920 Mhz hingga 923 MHz

“Itu sudah keluar tahun 2019. Dengan adanya itu, perangkat maupun jaringan sudah ready, sertifikasi postel (pos dan telekomunikasi) juga sudah ready,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi manfaat, teknologi IoT dapat mengefisienkan operasional sebuah proses layanan maupun produksi. Bahkan, tingkat efisiensinya mencapai 80%.

Berikutnya, teknologi IoT dapat meningkatkan produktivitas. Karena, dengan adanya automasi maupun sensor, produktivitas akan naik 20-30%. Selanjutnya, IoT dapat meningkatkan pendapatan.

“Dengan begitu, ada produk baru yang muncul, ada pendapatan yang bisa bertambah. Contohnya, dengan automasi, mesin bisa berjalan 24 jam. Enggak ada jedanya. Otomatis, output akan lebih tinggi,” jelas Teguh.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA