Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pelatihan keterampilan digital Google. (IST)

Ilustrasi pelatihan keterampilan digital Google. (IST)

Laporan Terbaru AlphaBeta dan Google

2030, Pekerja Digital RI Berkontribusi Rp 4.434 Triliun

Selasa, 30 Maret 2021 | 20:45 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - AlphaBeta dan Google menerbitkan proyeksinya, dalam skenario yang dipercepat, pekerja dengan keterampilan digital di Indonesia dapat memberikan kontribusi senilai Rp 4.434 triliun (US$ 303,4 miliar) ke produk domestik bruto Indonesia (PDB) nasional pada 2030.

Jumlah proyeksi yang sangat signifikan tersebut dapat mewakili sekitar 16% dari total perkiraan PDB Indonesia tahun tersebut. Sebagai perbandingan, jumlah kontribusi PDB pekerja dengan keterampilan digital Indonsia diperkirakan mencapai 6% pada 2019.

Hal tersebut merupakan temua utama dari AlphaBeta dan Google dari laporan terbaru yang diluncurkan dengan tema ‘Keterampilan untuk Masa Depan: Memperkuat Ekonomi dengan Meningkatkan Keterampilan Digital’.

Laporan tersebut mengukur besarnya nilai ekonomi dari keterampilan digital di Indonesia serta peran Google di dalamnya. Salah satu pesan utama tersebut bahwa perlu upaya untuk memaksimalkan peluang keterampilan digital di Indonesia.

Kemudian, sektor yang terdampak COVID-19 agar dapat memaksimalkan potensi tenaga kerjanya dengan keterampilan digital. Stakeholders perusahaan pun harus fokus di tiga area utama.

“Ketiganya terdiri atas membekali tenaga kerja saat ini dengan keterampilan digital, mempersiapkan pekerja generasi berikutnya di era digital, dan memberikan akses digital kepada semua orang,” ungkap AlphaBeta dan Google, dalam laporannya yang dirilis Selasa (30/3).

Sementara itu, Google disebutkan telah berkontribusi banyak dalam meningkatkan keterampilan digital di Indonesia. Pada akhir 2020, program digital skilling Google di Tanah Air telah melatih lebih dari 1,8 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tentang berbagai macam keterampilan digital.

Program tersebut membahas tiga area tindakan. Pertama, untuk membekali tenaga kerja dengan keterampilan digital, program Gapura Digital dan Women Digital milik Google, telah melatih sekitar 1,8 juta pemilik UMKM untuk menggunakan solusi digital marketing guna memperluas pelanggan yang dapat dijangkau.

Kedua, untuk mempersiapkan pekerja generasi berikutnya dalam era keterampilan digital, Google memberikan dukungan melalui platform filantropinya, Google.org, kepada inisiatif Bebras Indonesia, yang ingin menanamkan pola pikir komputasi kepada siswa serta para guru di sekolah dasar dan menengah.

Ketiga, untuk memberikan akses digital kepada semua orang, program Women Will telah membantu lebih dari 550.000 wanita Indonesia dalam memanfaatkan teknologi guna memulai bisnisnya sendiri. Google juga mengajari remaja tentang pengamanan online demi inklusifitas dan keamanan lingkungan yang lebih baik.

Selain itu, Google berperan penting dalam mendukung lebih dari 320.000 pemilik bisnis yang mengalami krisis akibat Covid-19 melalui program Grow with Google. Dengan mengikuti kelas Gapura Digital dan Women Will, bisnis mereka dapat meningkatkan aliran pendapatan yang berkelanjutan di platform digital.

Survei yang dilakukan sebelum pandemi menemukan bahwa 73% UKM mengalami keterlibatan pelanggan yang lebih tinggi. Sebaliknya, 51%melaporkan peningkatan pendapatan, atau keuntungan setelah mereka mengikuti program Grow with Google.

Iklan UMKM Google

Sementara itu, untuk mendukung dan membantu UMKM, Google juga telah memberikan kredit iklan sebagai bagian dari komitmen globalnya senilai Rp 11,8 triliun (US$ 800 juta). Kredit diberikan kepada pebisnis kecil agar interaksi dengan pelanggan tetap lancar.

Pada 2020, Google juga mengumumkan pinjaman modal Rp 144,3 miliar (US$ 10 juta) melalui kemitraan dengan Kiva untuk menyediakan pinjaman bagi UMKM di seluruh daerah selama lima tahun ke depan.

Selain agenda keterampilan digital, produk Google juga telah banyak memberikan manfaat ekonomi kepada bisnis dan konsumen Indonesia.

Manfaat ekonomi produk Google, pada 2019, yang mencakup Google Penelusuran, Google Maps, Google Drive, Google Ads, AdSense, dan Google Play, diperkirakan mencapai Rp 185 triliun (US$ 12,7 miliar) untuk bisnis dan lebih dari Rp 165 triliun (US$11,3 miliar) untuk konsumen Indonesia.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN