Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi teknisi Indosat Ooredoo merawat jaringan telekomunikasi. (IST)

Ilustrasi teknisi Indosat Ooredoo merawat jaringan telekomunikasi. (IST)

Penilaian KPPU Perlu Dijalankan dalam Merger Indosat dan H3I

Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:25 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Rolly Rochmad Purnomo, PhD, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia periode 2015-2020, berpendapat, pertimbangan dan penilaian dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) perlu dijalankan untuk memberikan persetujuan rencana merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia (H3I). Tujuannya untuk menjaga persaingan usaha sehat di industri telekomunikasi Tanah Air.

Rolly menilai, merger yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo (Indosat) dan Hutchison 3 Indonesia (H3I) sebenarnya merupakan langkah strategis dan lazim dengan tujuan efisiensi untuk mencapai nilai ekonomis perusahaan. Namun, aksi korporasi tersebut perlu mempertimbangkan aspek persaingan usaha sehat pada industri telekomunikasi di Tanah Air.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun disarankannya jeli melihat dampak merger dan akuisisi tersebut. Apalagi, merger dan akusisi Indosat dan H3I berkaitan langsung dengan penguasaan frekuensi oleh kedua perusahaan telekomunikasi seluler.

Pada UU No 11 Tahun 20202 tentang Cipta Kerja dan turunannya, aturan merger dan akusisi sudah diatur dengan mempertimbangkan iklim persaingan usaha sehat. "Pemerintah harus melihat merger ini, apakah akan berdampak terhadap pasar, atau iklim persaingan usaha di industri telekomunikasi,”ujar Rolly, dalam pernyataannya, Jumat (1/10).

Dia mengingatkan, jangan sampai merger dan akusisi Indosat dan H3I berdampak buruk terhadap persaingan usaha di industri telekomunikasi. Untuk melihat berdampak, atau tidaknya, KPPU pun perlu melakukan penilaiannya.

“Mereka yang bisa melihat, apakah threshold tertentu yang mengganggu persaingan usaha tersebut tercapai, atau tidak. Jadi, Kemkominfo juga harus melihat dampak terhadap persaingan usaha akibat merger Indosat dan H3I,"ungkapnya.

Sementara itu, Rolly yang pernah berkarier di KPPU menduga, merger dan akusisi yang dilakukan Indosat dan H3I akan melewati threshold. Karena itu, penilaian, atau evaluasi menyeluruh dari KPPU akan sangat dibutuhkan di aksi korporasi Indosat dan H3I.

Evaluasi KPPU untuk mengidentifikasi, apakah akan terbentuk entry barrier, apakah akan terjadi perilaku antipersaingan usaha yang dapat mengeksploitasi tarif, apakah berpotensi mengakibatkan kolusi di industri telekomunikasi, apakah merger akan meningkatkan efisiensi, atau tidak, dan apakah merger akan menghindarkan kepailitan, atau tidak.

Rolly melihat, KPPU maupun Kemkominfo merupakan lembaga independen yang memiliki kewenangan masing-masing dan tak ingin diintervensi. Karena independen, dua lembaga negara tersebut dapat saling mengisi. KPPU pun bisa memberikan pertimbangan yang objektif dari sisi persaingan usaha pada merger Indosat dan H3I.

"Persetujuan merger yang nanti dikeluarkan oleh Kemkominfo juga harus mempertimbangkan masukan persaingan usaha dari KPPU. Karena, urusan persaingan usaha kewenangannya ada di KPPU,” tegasnya.

Berkaca pada XL Axiata

Rolly melanjutkan, merger Indosat dan H3I akan berkaitan dengan iklim persaingan usaha, kepada pelanggan, serta terhadap lisensi yang dimiliki dan komitmen pembangunan. Penilaian dan pertimbangan KPPU pun menjadi sangat penting dan harus dipatuhi oleh perusahaan hasil merger.

“Ketika dulu ada merger XL Axiata dan Axis, catatan KPPU ada dan harus dipenuhi. Kalau tidak, merger dan akusisi tersebut waktu itu bisa dibatalkan oleh KPPU," katanya.

Menurut dia, jumlah frekuensi yang dimiliki perusahaan hasil merger Indosat dan H3I nantinya berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Pada perusahaan telekomunikasi, frekuensi merupakan salah satu aset vital yang dapat digunakan dalam persaingan usaha.

Penumpukan dan penguasaan yang tidak adil dan tidak berimbang akan berdampak terhadap terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat. Karena itu, diperlukan adanya evaluasi oleh Kemkominfo dengan melibatkan KPPU.

"Dengan mempertimbangkan iklim persaingan usaha yang sehat, Menkominfo Johnny G Plate dapat mengambil kebijakan serupa dengan Menkominfo Tifatul Sembiring ketika merger XL dan Axis," tutup Rolly.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN