Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kuasa hukum PT ASL Makrifat P Koto (tengah) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.  (Foto: Istimewa).

Kuasa hukum PT ASL Makrifat P Koto (tengah) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa).

Gugat PKPU PT Icon+, PT ASL Minta Dibayar Haknya 

Selasa, 5 Oktober 2021 | 17:45 WIB
Bayu Marhaenjati

Jakarta, investor.id - PT Indonesia Comnets Plus atau Icon+ digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh PT Azet Surya Lestari (ASL) di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dengan gugatan PKPU ini, diharapkan hak PT ASL senilai Rp 26 miliar dapat diselesaikan. ASL merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang energi terbarukan dan IT.

"Pada hari ini, kami mendaftarkan permohonan PKPU terhadap PT Indonesia Comnets Plus atau lebih dikenal dengan Icon+. Ini yang kami sayangkan, karena sudah 7 tahun klien kami memperjuangkan haknya dengan berbagai usaha, baik persuasif dan segala macam, namun sampai saat ini tidak ada titik terang," ujar Kuasa hukum PT ASL Makrifat P Koto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021).

Kuasa hukum PT Azet Surya Lestari (ASL) Makrifat P. Koto (tengah) bersama tim menunjukan surat Tanda Terima Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021). PT Indonesia Comnets Plus alias Icon+, digugat  PKPU oleh PT ASL. Diharapkan dengan gugatan PKPU ini, hak PT ASL senilai Rp 26 miliar dapat diselesaikan. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Kuasa hukum PT Azet Surya Lestari (ASL) Makrifat P Koto (tengah) bersama tim menunjukan surat Tanda Terima Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021). PT Indonesia Comnets Plus alias Icon+ digugat PKPU oleh PT ASL. Diharapkan dengan gugatan PKPU ini, hak PT ASL senilai Rp 26 miliar dapat diselesaikan. (Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)


Makrifat berharap melalui upaya gugatan PKPU ini, hak-hak kliennya bisa diselesaikan, apalagi nilainya tidak besar. Ia mengungkapkan, perkara ini bermula ketika PT ASL menggarap kontrak kerja sama dengan PT Icon+ terkait program pemerintah bernama Desa Pintar, di Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat, pada 2012.

"Proyeknya multiyears dan selesai harusnya di 2017. Tapi dari 2014 itu sudah tersendat pembayaran hak klien kami," katanya.

Menurut Makrifat, pihaknya tidak bermaksud menghalang-halangi perkembangan perusahaan BUMN atau anak perusahaannya seperti Icon+, melalui gugatan PKPU ini. Ia menegaskan, gugatan PKPU merupakan upaya kliennya mendapatkan titik terang.

"Melalui PKPU, mekanisme pengadilan dapat berjalan cepat dan terukur. Yang kita perjuangkan hak-hak klien kami," tandasnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, proses PKPU secara waktu lebih terukur. Pasalnya, dalam 20 hari setelah pendaftaran harus sudah ada keputusan hakim.

"Kami berharap dengan proses yang sesuai dengan term yang diberikan hukum acara Pengadilan Niaga, karena dalam 20 hari setelah pendaftaran harus diputus. Jadi, klien kami mendapatkan kepastian terhadap hak-haknya," ujarnya.

Kuasa hukum PT Azet Surya Lestari (ASL) Makrifat P. Koto (tengah) bersama tim menunjukan surat Tanda Terima Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021). PT Indonesia Comnets Plus alias Icon+, digugat  PKPU oleh PT ASL. Diharapkan dengan gugatan PKPU ini, hak PT ASL senilai Rp 26 miliar dapat diselesaikan. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Kuasa hukum PT Azet Surya Lestari (ASL) Makrifat P Koto (tengah) bersama tim menunjukan surat Tanda Terima Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021). PT Indonesia Comnets Plus alias Icon+, digugat PKPU oleh PT ASL. Diharapkan dengan gugatan PKPU ini, hak PT ASL senilai Rp 26 miliar dapat diselesaikan. (Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)


Makrifat mengungkapkan, efek penundaan kewajiban bayar ini cukup memberikan dampak yang signifikan bagi PT ASL. Apalagi, ditambah ada pandemi Covid-19.

"Memang agak terseok-seok, karena bagaimana pun kita tahu pandemi ini sudah berjalan 2 tahun, banyak karyawan dirumahkan. Belum lagi proyek baru tidak ada, karena mungkin semua orang fokusnya penanganan Covid. Jadi ya, boleh dibilang dalam tanda kutip cukup menderita. Mungkin bagi Icon itu uang kecil, tapi buat klien saya itu sangat signifikan," katanya.

Gugatan PT ASL tercatat dalam tanda terima permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan nomor: 406/Pdt.sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst. Makrifat mengatakan, ketika mendaftar gugatan mereka juga menyampaikan bukti-bukti permulaan.

"Ada bukti permulaan yang kami sampaikan. Kalau permohonan biasa, kalau bukti permulaannya ada empat yang kami sampaikan. Ya (terkait perkara, dokumen-dokumen kontrak)," tandasnya.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN