Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Muhammad Arif Angga, Ketum APJII 2021-2024. (IST)

Muhammad Arif Angga, Ketum APJII 2021-2024. (IST)

Konsolidasi Operator akan Percepat Inovasi dan Transformasi Digital di Tanah Air

Senin, 11 Oktober 2021 | 16:03 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsolidasi dan merger perusahaan telekomunikasi, seperti dilakukan Indosat Oreedoo dan Tri, diyakini dapat mengubah peta industri telekomunikasi yang mengedepankan percepatan inovasi digital dan peningkatan kualitas layanan bagi konsumen berbasis perluasan cakupan jaringan di Tanah Air.

“Di era digital, ekspansi jaringan internet menjadi yang paling dasar dalam industri telekomunikasi, kemudian disusul inovasi dan peningkatan kualitas layanan kepada konsumen,” kata Ketua Umum Asosiasi Penyelangara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif Angga di Jakarta, Senin (11/10).

Arif Angga menjelaskan, saat ini, kota-kota besar di Indonesia sudah tersambung dengan akses internet berkecepatan tinggi. Namun, banyak area, terutama di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) sama sekali belum mendapatkan akses telekomunikasi.

“Konektivitas internet menjadi kunci untuk mencapai pemerataan pendidikan, hiburan, hingga peluang ekonomi yang lebih baik, terutama di daerah terpencil,” imbuhnya.

Dengan kata lain, lanjut dia, desa yang sudah mendapatkan layanan seluler akan memudahkan penduduk untuk memasarkan hasil-hasil produknya kepada masyarakat luas melalui e-commerce maupun kanal digital lainnya.

Arif Angga pun mengapresiasi langkah merger operator Indosat Oreedoo dan Tri (Indosat-Tri). Karena, keduanya akan saling melengkapi dalam semua aspek, mulai dari memperluas jaringan, inovasi, menambah produk, hingga meningkatkan layanan berkualitas kepada pelanggan.

“Merger Indosat-Tri otomatis dapat memangkas biaya operasional secara signifikan, sehingga jika ada biaya modal (capex) yang berlebih, maka perusahaan mampu melakukan ekspansi jaringan yang sekaligus mendukung pemerintah dalam memacu terciptanya ekonomi digital,” tutur dia.

Indosat-Tri

Sementara itu, belum lama ini, Indosat Ooredoo memperluas jangkauan layanan 4G/LTE di 124 desa, yang merupakan kelanjutan dari komitmen untuk menggelar layanan di 645 desa terpencil pada 2022. Hal ini dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam memenuhi cakupan 4G di Tanah Air.

Jumlah BTS 4G yang dimiliki Indosat dan Tri jika digabungkan setelah merger nantinya mencapai 97.863 BTS, yang terdiri atas 66.313 BTS milik Indosat dan 31.550 BTS milik Tri.

“Kecepatan dan kapasitas internet juga menjadi dasar bagi operator untuk menentukan layanan pada segmen hiburan seperti e-sportgaming. Tetapi, kebijakannya tetap kepada masing-masing operator dalam mengambil ceruk pada kalangan milenial yang lebih adaptif terhadap inovasi baru,” tutur Arif Angga.

Indosat diketahui punya keunggulan dalam kecepatan unduh (download) dan unggah (upload).  Sedangkan Tri memiliki keunggulan untuk pengalaman video dan gaming bagi para penggunanya.

Dengan langkah merger, pengguna Indosat-Tri akan menikmati peningkatan pelayanan, khususnya dalam pengalaman upload dan gaming hingga melebihi rata-rata nasional.

Menurut catatan, rata-rata kecepatan upload Indosat-Tri akan menjadi 5,4 Mbps, lebih baik dari rata-rata nasional 5,0 Mbps. Sedangkan poin pengalaman gaming Indosat-Tri naik menjadi 58.1/100, lebih baik dari rata-rata nasional 55.

Kompetisi Sehat

Pengamat telekomunikasi Kamilov Sagala berpendapat, saat ini, Indonesia telah berada pada era digital. Hal ini tercermin dari aktivitas masyarakat yang sudah serba terkoneksi internet, seperti layanan, perbankan, perdagangan online, hiburan, hingga pendidikan.

Direktur Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) ITB tersebut menjelaskan, untuk lebih menyempurnakan era digital, fokusnya adalah memperluas jaringan telekomunikasi hingga ke daerah 3T dengan mengoptimalisasi dana universal service obligation (USO).

Menurut Kamilov, konsolidasi industri telekomunikasi seperti yang dilakukan Indosat-Tri pun merupakan fenomena yang dapat memacu efisiensi sekaligus menciptakan kompetisi yang lebih sehat pada industri yang akhirnya memberikan layanan prima kepada konsumen.

“Pilihan terbaik dalam industri telekomunikasi adalah merger, atau akuisisi, karena semua pihak akan mendapatkan keuntungan. Apalagi, aksi korporasi merger maupun akuisisi perusahaan telekomunikasi mendapat dukungan regulasi melalui UU UU Cipta kerja No 11/2020 dan PP No 4/2021 Postelsiar,” katanya.

Sebelumnya, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha menyampaikan, penggabungan Indosat-Tri di Indonesia yang merupakan transaksi telekomunikasi terbesar di Asia bernilai US$ 6 miliar akan mempercepat inovasi digital serta kualitas layanan di Indonesia.

Perusahaan gabungan tersebut akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif. "Selain itu, penggabungan dua perusahaan juga memberikan kontribusi terhadap rencana pemerintah Indonesia menuju sebuah negara ekonomi digital," pungkas Vikram.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN