Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate (Foto: Dok. Humas Kemenkominfo)

Menkominfo Johnny G Plate (Foto: Dok. Humas Kemenkominfo)

2 Operator Seluler Digandeng Kemenkominfo Bangun BTS 4G di Wilayah 3T

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:25 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BLU BAKTI) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Penyediaan Layanan Seluler 4G di Wilayah Terdepan, Tertinggal, Terluar (3T) dengan dua operator seluler, yaitu Telkomsel dan XL Axiata. Kolaborasi ini, guna membangun Base Tranceiver Station (BTS) 4G di sekitar 12,546 desa dan kelurahan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, Kontrak Kerja Sama Penyediaan Layanan Seluler BTS di Wilayah 3T merupakan salah satu tahapan pelaksanaan tugas BLU BAKTI untuk membangun 9,113 BTS di wilayah 3T.

“Di saat yang bersamaan, kita juga secara tidak langsung menugaskan seluruh operator seluler untuk memastikan tidak ada desa dan kelurahan yang blankspot di wilayah non 3T, wilayah komersial sebanyak 3,435 desa dan kelurahan atau total 12,548 desa dan kelurahan di Indonesia,” kata Johnny melalui virtual conference, Selasa (25/1).

Johnny menjelaskan, dari total 12,548 BTS 4G untuk melayani 12,548 desa dan kelurahan yang mencakup wilayah 3T dan non-3T oleh BAKTI dan dua operator seluler yakni PT XL Axiata Tbk dan PT Telekomunikasi Seluler. Johnny mengharapkan kehadiran infrastruktur digital dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Membangun wilayah 3T tidaklah mudah, tantangan-tantangannya tidak saja tantangan geografis melewati gunung, bukit, ngarai, sungai, lembah, selat dan laut. Tetapi juga tantangan kultural di mana harus menyesuaikan dengan kebiasaan dan adat setempat, tantangan administratif birokrasi, baik itu lintas kementerian dan lembaga maupun kerja bersama pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota bahkan sampai pemerintahan desa,” ujar Johnny.

Selain itu, terdapat juga tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di mana ancaman baik terhadap infrastruktur fisik maupun manpower yang hadir dan membangun di wilayah tersebut.

“Maka tentunya ini merupakan satu pekerjaan yang luar biasa tantangannya, sehingga amanat-amanat ini harus dilaksanakan dengan baik,” ungkap Johnny.

Johnny menambahkan, pembangunan infrastruktur digital di seluruh wilayah 3T di Indonesia yang dibangun oleh BAKTI dibagi dalam dua kategori. Untuk kategori pertama, Johnny menyatakan, pembangunan mencakup 1.209 BTS yang dibangun melalui skema Universal Service Obligation (USO)

“Untuk kategori kedua yakni 7.904 adalah yang menjadi objek hari ini yang ditandatangani kerjasama layanannya bagi masyarakat, yang dilaksanakan saat ini oleh dua operator seluler Telkomsel dan XL Axiata melalui blended financing antara USO , dukungan fiskal rupiah murni dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Kemenkominfo,” jelas Johnny.

 

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN