Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investasi Google di Singapura

Investasi Google di Singapura

Google Investasikan Dana US$ 1 Miliar untuk Operator Seluler India

Sabtu, 29 Januari 2022 | 07:17 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MUMBAI, investor.id  – Perusahaan teknologi Google akan menginvestasikan dana hingga US$ 1 miliar pada operator seluler terbesar kedua di India, Airtel. Produsen Android itu menyampaikan keinginannya meningkatkan kehadiran di pasar telekomunikasi yang sedang berkembang pesat di India.

Raksasa teknologi global itu akan membeli saham senilai US$ 700 juta dengan harga 734 rupee (US$ 9,77) per saham di Bharti Airtel milik miliarder Sunil Mittal. Total kepemilikan Google mencapai 1,28%. Pengumuman ini disampaikan oleh kedua perusahaan dalam pernyataan bersama.

Pengumuman tersebut mengirimkan saham operator telekomunikasi naik 6,6% pada perdagangan Jumat (28/1/2022). Investasi tersebut merupakan bagian dari rencana Google yang diumumkan dua tahun lalu.

Perusahaan berencana menanamkan US$ 10 miliar di India melalui dana digitalisasinya selama lima hingga tujuh tahun, melalui kesepakatan dan ikatan ekuitas. Dana hingga US$ 300 juta lebih akan diinvestasikan untuk mengimplementasikan perjanjian komersial selama lima tahun ke depan. Kedua perusahaan akan menjajaki peluang meruntuhkan hambatan untuk memiliki ponsel pintar, di pasar India yang sangat mempertimbangkan harga.

Menurut pernyataan perusahaan, salah satunya adalah investasi dalam memperluas produk dan layanan Airtel. "Kami bangga bermitra dalam visi bersama untuk memperluas konektivitas dan memastikan akses yang adil ke internet untuk lebih banyak orang India," kata CEO induk Google, Alphabet, Sundar Pichai pada Jumat.

Google telah memegang 7,7% saham di pemimpin pasar India, Reliance Jio. Perusahaan ini dimiliki oleh orang terkaya di Asia, Mukesh Ambani, menyusul investasi senilai US$ 4,5 miliar pada 2020. Kedua perusahaan berkolaborasi pada produksi ponsel pintar murah berkemampuan 4G yang diluncurkan pada November tahun lalu.

Jio telah terkunci dalam persaingan sengit dengan Airtel dan unit lokal raksasa telekomunikasi Inggris Vodafone, Vi. Persaingan berlangsung sejak perang harga dimulai pada 2016, dengan menawarkan internet murah dan panggilan gratis.

Airtel, operator terbesar kedua di India, telah mengatakan akan menaikkan harga secara bertahap. Tahun lalu perusahaan mengumpulkan hingga 210 miliar rupee untuk memotong utang dan pertumbuhan bahan bakar. Beberapa bulan kemudian perusahaan meluncurkan ponsel pintar 4G murah dengan sistem operasi Android tweak, ditujukan untuk pembeli yang pertama kali menggunakan ponsel pintar. 

Investasi dari Google akan membantu Airtel mengembangkan perangkatnya, broadband rumah, pusat data, adopsi cloud, dan selama periode waktu tertentu mengembangkan jaringan 5G. Ini diungkapkan CEO Bharti Airtel India dan Asia Selatan Gopal Vittal kepada sejumlah analis.

"Apa yang akan dilakukan ini sebenarnya menjalankan agenda digital kami secara dramatis. Di sanalah kami akan memperkuat komitmen dan benar-benar masuk lebih dalam," kata Vittal, tanpa merinci rencana spesifik.

Saham Airtel ditutup 1,2% lebih tinggi pada harga 715,8 rupee pada perdagangan Jumat, setelah naik sebanyak 6,6% ke level tertinggi dalam dua bulan di awal sesi. Investasi Google akan membantu Airtel memberikan ponsel pintar yang terjangkau kepada pelanggannya, membangun jaringan 5G, dan mempercepat ekosistem cloud untuk usaha kecil dan menengah, kata analis telekomunikasi di Motilal Oswal Financial Services Aliasgar Shakir.

Bersama Jio dan Airtel, Google sekarang mencakup hampir 75% pasar ponsel pintar India, kata analis Ambit Capital Vivekanand Subbaraman. "Saya pikir begitu seorang pemain memasukkan uang, itu (seperti) menginjak gas. Akan ada lebih banyak lagi yang akan kita ketahui di hari-hari mendatang," katanya. (afp/sumber lain/eld)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN