Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Kebijakan Digital dan SDM Dedy Permadi. (IST)

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Kebijakan Digital dan SDM Dedy Permadi. (IST)

Kemenkominfo Beri Restu Starlink Beroperasi di Indonesia

Senin, 13 Juni 2022 | 19:05 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memberikan izin Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer (NGSO) Starlink kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) di Indonesia. Starlink merupakan satelit telekomunikasi milik Elon Musk yang berasal dari Amerika Serika (AS).

Meski demikian, hak labuh satelit tersebut hanya berlaku untuk layanan backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup PT Telkomsat untuk korporasi. “Bukan untuk layanan pelanggan ritel, atau untuk akses internet secara langsung oleh Starlink,” kata Deddy Permady, Juru Bicara Kemenkominfo, dalam pernyataannya, Senin (13/6/2022).

Baca juga: Elon Musk: Starlink Bisa Lepas dari SpaceX dan IPO

Dia menjelaskan, backhaul merupakan teknologi yang memfasilitasi perpindahan data dari satu infrastruktur telekomunikasi ke telekomunikasi lainnya. Teknologi ini dapat digunakan untuk mendukung penyediaan layanan broadband internet terutama selular 4G, terutama di daerah rural yang belum tersambung secara langsung dengan kabel serat optik.

Selain itu, Dedy menegaskan bahwa layanan satelit Starlink hanya dapat beroperasi di Tanah Air jika pembangunan Gateway Station - Teresterial Component untuk menerima layanan kapasitas satelitnya serta pengurusan Izin Stasiun Radio (ISR) satelit Starlink telah dirampungkan oleh Telkomsat.

“Sebagai pemegang eksklusif atas Hak Labuh Satelit Starlink maka Telkomsat berhak mendapatkan layanan backhaul satelit,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, operasional pemanfaatan layanan Starlink oleh Telkomsat wajib tunduk kepada regulasi yang berlaku di Indonesia, termasuk pemenuhan kewajiban hak labuh.

“Izin hak labuh akan dievaluasi setiap tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi dan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku,” tambah Deddy.

Sementara itu, lanjut dia, hubungan perdagangan bilateral di sektor telekomunikasi dan digital antara negara Indonesia dan AS disebutnya terus berkembang pesat dan semakin baik.

Baca juga: Stasiun Bumi Satelit Satria-1 Mulai Dibangun di Cikarang

Kerja sama kedua negara juga mencakup rencana Indonesia untuk memiliki tiga satelit generasi terbaru, yakni 150 GB Very High Throughput Satellite (VHTS) yang diberi nama Satria (Ka-Band), 80 GB VHTS sebagai Hot Backup Satellite (Ka-band), serta 32 GB High Throughput Satellite (HTS) yang dimiliki oleh Telkomsat (C & Ku- band).

“Ketiga satelit tersebut di rencanakan menggunakan roket peluncur SpaceX - Falcon 9 dan merupakan jenis satelit yang mengorbit di Geo Stationer Orbit,” pungkas Deddy.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN