Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate (tengah). (IST)

Menkominfo Johnny G Plate (tengah). (IST)

Indonesia dan Korea Jajaki Kemitraan Pembangunan Pusat Data

Kamis, 16 Juni 2022 | 21:06 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Keamanan Republik Korea Lee Sang Min membicarakan peluang kemitraan kedua negara di bidang pengembangan dan pembiayaan pusat data (data center). 

“Kami bertukar pengalaman untuk mendiskusikan pengembangan dan rencana pembiayaan pusat data. Hal itu merupakan salah satu program untuk mendukung terwujudnya percepatan transformasi digital yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” jelas Johnny, usai pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kominfo (Kemenkominfo), Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2022).

Menurut dia, Pemerintah Republik Indonesia tengah menyiapkan berbagai kebiijakan dan implementasi penyelenggaraan pemerintahan elektronik. Karena itu, Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur berupa Pusat Data Nasional.

“Saya menyampaikan bahwa untuk Pemerintah Indonesia, kami memiliki kemungkinan kebijakan yang didorong oleh data (data driven policy). Untuk itu, kita perlu memiliki cloud pemerintah, pusat data, untuk mendukung pemerintahan elektronik kita di Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: Indonesia Siap Jadi Pusat Data Strategis Asia Tenggara

Pemerintah Republik Korea Selatan pun disebutnya memiliki peran penting dalam transformasi dan teknologi digital yang berlangsung secara global. 

“Jadi, saya berharap kita dapat menyimpulkan dan melakukan kerja sama sesegera mungkin. Dengan bantuan Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Republik Korea HE Lee Sang Min dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Korea untuk Indonesia HE Taesung Park, saya yakin ini dapat berkembang secara progresif,” tuturnya.

Saat ini, Kemenkominfo telah menyiapkan lokasi pembangunan pusat data nasinal di Batam, Kepulauan Riau. Bahkan, Menkominfo telah meninjau calon lokasi Pusat Data Nasional yang memiliki luas tanah hampir 5 hektare. 

“Batam ini adalah kawasan industri dan saya sudah memeriksa spesifikasi calon lokasi pada April 2021 lalu, di sana sudah ada fiber optic. Saya berharap ini akan membantu realisasi proyek ini. Dalam waktu dekat, saya bersama dengan tim teknis akan ke Batam untuk berbicara dengan pemerintah daerah demi mewujudkan pengadaan Pusat Data Nasional di Indonesia,” jelasnya. 

Johnny menyampaikan, saat ini adalah era bisnis dan kebijakan ekonomi berbasis cloud. Karena itu, pengembangan data center merupakan investasi yang sangat penting dan strategis bagi Indonesia.  

“Dalam membangun pusat data, pemerintah harus menerapkan redundancy. Kami telah memutuskan akan memiliki setidaknya empat lokasi untuk mendukung Kawasan Industri Ramah Lingkungan serta membuatnya lebih produktif dan efisien secara ekonomi (efisiensi biaya) menjadi bagian dari Indonesia,” tandas dia.

Baca juga: Pembangunan Pusat Data di Jakarta, Batam, dan Kaltim Dipercepat

Percepat Kerja Sama

Kepada Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Republik Korea Lee Sang Min, Menkominfo pun menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia menjaga agar proyek tersebut berada di jalur yang benar dan berupaya untuk mempercepat kerja sama terwujud.

“Tim saya di sini akan fokus pada sisi pengadaan dan semua kontrak dokumentasi teknis. Sedangkan bagian lain dari perjanjian pembiayaan, dokumen pinjaman, dan pembiayaan terkait apa pun akan dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan lembaga pendanaan nasional. Mereka bekerja sama dan berhubungan dengan Kementerian Keuangan Korea atau mitra lembaga,” tuturnya.

Johnny menyatakan akan berupaya mempersiapkan pendanaan yang diperlukan agar pelaksanaan proyek dapat berlangsung aman dan tepat waktu. Bahkan, Menkominfo menyampaikan, beberapa negara telah menyampaikan komitmen untuk mendukung pendanaan yang fleksibel.

“Jika nanti ada yang berkaitan dengan dana atau anggaran pemerintah daerah, Kementerian Kominfo harus mempersiapkannya, sehingga akan memudahkan atau aman, terjadwal, dan tepat waktu. Tetapi, di beberapa negara lain, saat ini, mereka juga berada dalam posisi untuk mendukung pendanaan yang fluid, atau cair,” jelas Johnny.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN