Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara penandatanganan kerja sama Kemenko Perekonomian dan Microsoft Indonesia.

Acara penandatanganan kerja sama Kemenko Perekonomian dan Microsoft Indonesia.

Kemenko Perekonomian dan Microsoft Percepat Transformasi Digital Indonesia

Kamis, 16 Juni 2022 | 22:00 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Microsoft menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang sinergi penguatan ekosistem dan transformasi ekonomi digital. Keduanya sepakat akan memperkuat ekosistem teknologi dan mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia (RI).

Sejumlah area yang menjadi prioritas kerja sama tersebut antara lain bidang inovasi teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), literasi digital, tata kelola data, Industri 4.0, serta program inkubasi ekonomi digital.

Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Rudy Salahuddin bersama Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir.

“Kerja sama ini merupakan salah satu perwujudan komitmen bersama pemerintah dengan pihak swasta dalam upaya mendorong percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui akselerasi transformasi digital,” ujar Rudy Salahuddin, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Menkominfo: Talenta Digital Jadi Navigator Penggerak Ekosistem Digital

Selain itu, kerja sama akan diwujudkan dalam berbagai rencana kegiatan. Salah satunya kegiatan digital skilling untuk memenuhi kebutuhan talenta digital 9 juta hingga 2030, atau setara dengan 600 ribu orang per tahun. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi masifnya perkembangan teknologi digital, antara lain internet of things (IoT), blockchain, AI, serta cloud computing.

“Semoga melalui penandatangan MoU ini, kolaborasi antara Pemerintah dan pihak Microsoft dapat makin diperkuat dan ditingkatkan. Bersama-sama kita mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang mampu mendorong percepatan pemulihan serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terkoneksi, dan berkelanjutan,” kata Rudy.

Sementara itu, dari sisi ekosistem, Kemenko Perekonomian dan Microsoft akan membangun kesiapan pelaku industri untuk terus berkembang di era Industri 4.0. Tujuannya agar mereka dapat semakin berkontribusi terhadap penguatan ekonomi digital Indonesia.

Kolaborasi antara lain akan dilakukan dengan membentuk aliansi interdispliner dan multisektor yang dapat memberikan rekomendasi mengenai solusi digital di sektor-sektor prioritas, dengan mengembangkan konsep Pusat Kecerdasan Buatan Nasional untuk Industri 4.0.

Semua upaya tersebut selaras dengan inisiatif Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 guna mempercepat penerapan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan industri serta UMKM secara terpersonalisasi sesuai fokus area masing-masing.

Baca juga: Indonesia Harus Punya Ekosistem Digital Sendiri Hadapi Disrupsi

Talenta Digital

Sementara itu, dari sisi talenta digital, rangkaian pelatihan digital bagi berbagai kementerian dan lembaga terkait akan dilakukan agar dapat mempercepat transformasi digital di kementerian serta industri.

Pelatihan akan menggunakan konsep Training of Trainer (ToT), di mana peserta yang telah menyelesaikan suatu modul pelatihan akan diajak menjadi pemateri bagi kelompok peserta lainnya. Konsep ini diharapkan dapat menjangkau semakin banyak talenta digital Indonesia, baik di dalam maupun luar kementerian.

“Berbekalkan lebih dari 25 tahun pengalaman di Indonesia, kami siap memaksimalkan keahilan dan teknologi untuk menjangkau setiap individu dan organisasi dalam negeri, baik itu UMKM, start-up, enterprise, institusi pemerintahan, institusi pendidikan, atau pun yang lain,” ungkap Dharma Simorangkir.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN