Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rotating Chairman Huawei, Ken Hu. (Ist)

Rotating Chairman Huawei, Ken Hu. (Ist)

Ajib! Di Tengah Pandemi dan Sanksi AS, Huawei Untung Rp 143,55 Triliun, Apa Kuncinya?

Kamis, 1 April 2021 | 12:38 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

SHENZEN, Investor.id - Di tengah pandemi Covid-19 dan sanksi  Amerika Serikat (AS), Huawei mencetak pendapatan CNY 891,4 miliar atau sekitar US$ 136,7 miliar pada 2020, naik 3,8% dibanding tahun sebelumnya (year on year/yoy). Laba bersih perusahaan asal Tiongkok itu juga tumbuh 3,2% (yoy) menjadi CNY 64,6 miliar atau sekitar US$ 9,9 miliar. Jika dirupiahkan dengan kurs Rp 14.500 per dolar AS, berarti Huawei mengeduk untung Rp 143,55 triliun. Ajib! Apa kuncinya?

Kendati menghadapi kesulitan operasional akibat sanksi AS pada 2019 dan 2020, raksasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mempekerjakan sekitar 194 ribu karyawan di lebih dari 170 negara dan wilayah itu tetap mengundang KPMG untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan secara independen dan objektif.

“Dokumen yang dihasilkan KPMG merupakan opini audit standar yang tidak dimodifikasi. Apa pun situasinya, Huawei akan terus menerapkan transparansi dengan mengungkapkan data operasional kepada pemerintah, pelanggan, pemasok, karyawan, dan mitra,” ujar Rotating Chairman Huawei, Ken Hu dalam pernyataan resmi yang diterima Investor Daily di Jakarta, Kamis (1/4).

Berdasarkan catatan Investor Daily, Huawei terkena sanksi berupa pembatasan dan pemblokiran karena dianggap sebagai ancaman keamanan nasional AS. Salah satu sanksi terhadap perusahaan yang didirikan pada 1987 itu adalah pemutusan akses Huawei terhadap pasokan chip dari perusahaan mitra. Saksi terhadap perusahaan yang melayani lebih dari tiga miliar orang di seluruh dunia itu merupakan bagian dari rangkaian perang dagang antara AS dan Tiongkok.

Ken Hu mengungkapkan, perusahaan swasta yang sepenuhnya dimiliki para karyawannya itu tahun lalu berhasil memastikan bisnis operatornya berjalan stabil pada sedikitnya 1.500 jaringan di lebih dari 170 negara dan wilayah. Hal itu mampu membantu kegiatan pekerjaan jarak jauh, pembelajaran online, dan belanja online selama lockdown akibat Covid-19.

“Bekerja sama dengan operator di seluruh dunia, Huawei membantu memberikan pengalaman konektivitas yang superior dan terdepan dengan lebih dari 3.000 proyek inovasi 5G di lebih dari 20 industri, seperti pertambangan batu bara, produksi baja, pelabuhan, dan manufaktur,” papar dia.

Ken Hu menjelaskan, sepanjang tahun lalu, lini bisnis enterprise perusahaan itu berupaya mengembangkan solusi berbasis skenario yang inovatif untuk berbagai industri. Huawei juga menciptakan ekosistem digital yang tumbuh subur dalam kreasi bersama dan berbagi keberhasilan.

Selama pandemi, menurut Ken Hu, perusahaan tersebut memberikan keahlian teknis dan solusi yang penting dalam perang melawan virus. Contohnya solusi diagnostik AI-assisted berbasis Huawei Cloud yang membantu rumah sakit di seluruh dunia mengurangi beban infrastruktur medis mereka.

“Huawei juga bekerja dengan para mitra untuk meluncurkan platform pembelajaran online berbasis kumputasi awan (cloud) kepada lebih dari 50 juta siswa sekolah dasar dan menengah,” tutur Ken Hu.

Terus Berinovasi

Ken Hu menegaskan, selama setahun terakhir Huawei mampu bertahan secara kuat menghadapi kesulitan. Itu terjadi karena Huawei terus berinovasi untuk menciptakan nilai bagi pelanggan guna membantu memerangi pandemi serta mendukung pemulihan ekonomi dan kesejahteraan sosial di seluruh dunia.

Huawei, kata Ken Hu, juga mengambil kesempatan itu untuk lebih meningkatkan operasi, sehingga menghasilkan kinerja yang sebagian besar sesuai perkiraan.

“Lewat peluncuran HarmonyOS dan ekosistem Huawei Mobile Services (HMS), bisnis konsumen Huawei bergerak maju melalui strategi Seamless AI Life (1 + 8 + N). Strategi ini kami terapkan utuk memberikan pengalaman teknologi cerdas kepada konsumen di semua perangkat dan skenario, dengan fokus pada smart office, pusat kebugaran dan kesehatan, smart home, easy travel, serta hiburan,” papar dia.

Ken Hu mengemukakan, Huawei menyadari pentingnya menciptakan nilai bersama bagi masyarakat secara keseluruhan, dan bekerja sama dengan mitra untuk mendukung tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang lebih luas demi kemajuan dan kemakmuran bersama.

Huawei di Indonesia

Chief Execuvie Officer (CEO) Huawei Indonesia, Jacky Chen menambahkan, selama lebih dari 20 tahun, Huawei hadir di Indonesia dan tumbuh bersama di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang ramah dan hangat. “Pada titik ini, kami berharap dapat mengabdikan diri dan berkontribusi terhadap negeri nan elok ini,” tutur dia.

Di Indonesia, Huawei membantu menghadirkan solusi bagi para dokter di RSPAD Gatot Soebroto dan RS Pertamina Bina Medika (Pertamedika) untuk melawan pandemi secara efektif. Menggunakan AI-assisted CT Scans, RS-RS tersebut mampu mendiagnosis Covid enam kali lebih cepat dengan tingkat akurasi 93%.

Pada 2020, menurut Jacky Chen, Huawei meluncurkan serangkaian kampanye bertajuk I do sebagai wujud sumbangsih kepada masyarakat dan ekosistem di Indonesia. “Melalui pesan I Do Contribute, kami turut mendukung upaya bangsa Indonesia dalam pemulihan ekonomi pascapandemi melalui dukungan teknologi-teknologi mutakhir kami,” ujar dia.

Huawei juga telah meluncurkan sebuah program yang bertujuan mencetak hingga 100 ribu sumberdaya manusia (SDM) digital Indonesia dalam kurun waktu lima tahun.”Ini sebagai fondasi yang kokoh untuk turut menyiapkan talenta-talenta yang siap menyongsong masa depan,” tegas dia.

Jacky mengemukakan, tahun silam, saat Jakarta beserta kota-kota di sekitarnya dilanda banjir besar akibat cuaca dan curah hujan paling ekstrem dalam kurun waktu 154 tahun terakhir, Huawei turut menunjukkan empatinya melalui program I Do Care dengan mengirimkan tim terbaiknya di garda depan untuk bergerak cepat memulihkan kembali jaringan telekomunikasi dan menyediakan bantuan kemanusiaan.

“Pada bulan Ramadan lalu, kami mengunjungi dan berbagi kebahagiaan dengan 30 panti asuhan yang tersebar di 15 kota di Indonesia,” kata dia.

Menurut Jacky Chen, melalui program I Do Create, Huawei selama pandemi juga turut mendukung penerapan transformasi digital di lembaga-lembaga pemerintah, perusahaan-perusahaan, serta RS-RS melalui pengembangan AI, big data analitik, serta cloud untuk pembangunan platform e-learning.

“Lebih dari 1.000 cloud accounts dibagikan secara cuma-cuma kepada 500 lembaga pendidikan tinggi di seluruh Indonesia serta dalam penerapan proses pembelajaran jarak jauh dan mendorong terwujudnya transformasi digital dalam rangka mendukung gerakan Never Stop Learning,” ujar dia.

Ken Hu menjelaskan, guna meningkatkan pemulihan ekonomi dan menumbuhkan ekosistem digital di seluruh kawasan Asia Pasifik, Huawei meluncurkan program Spark di Singapura pada 2020. Program ini diluncurkan untuk memberikan dukungan teknis, pendanaan, konsultasi, dan pelatihan bagi para perintis teknologi.

Selain itu, Pusat Inovasi Ekosistem 5G di Thailand, yang didukung Huawei, telah berfungsi sebagai sandbox untuk inovasi 5G di Asean.

Untuk mengatasi tantangan di bidang tenaga kerja, menurut manajemen Huawei, perusahaan itu telah meluncurkan berbagai inisiatif di Asia Pasifik, termasuk Huawei Asean Academy, Digital Training Bus, dan program Seeds for the Future untuk menyediakan sumber daya pembelajaran dan mengembangkan talenta digital.

Huawei menargetkan pengembangan setidaknya 300 ribu talenta  TIK selama lima tahun ke depan di Asia Pasifik. "Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh pelanggan dan mitra kami untuk mendukung kesejahteraan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Ken Hu.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN