Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO  PT Link Net Tbk Marlo Budiman. Sumber: BSTV

CEO PT Link Net Tbk Marlo Budiman. Sumber: BSTV

Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam Sejarah Perseroan

Akhir Juli 2020, Link Net Punya 784.199 Pelanggan

Jumat, 11 September 2020 | 11:03 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Link Net Tbk berhasil mencatat total 784.199 pelanggan pada akhir bulan Juli 2020. Angka tersebut pun menjadi pencapaian terbaik perseroan,  terutama karena ditopang tambahan pelanggan yang luar biasa pada kuartal II-2020 dan bulan Juli 2020.

Link Net  berhasil menambah 62.430 pelanggan baru pada kuarta II-2020, sehingga menjadikan total pelanggan tercatat 762.392 pada akhir kuartal tersebut. Khusus pada Juli 2020, perseroan juga menambah 21.807 pelanggan baru dan menjadikan total pelanggan sebanyak 784.199 pada akhir bulan Juli.

“Pada kuartal kedua 2020, kami menambah 62.430 pelanggan baru, melebihi dari pencapaian perseroan di kuartal sebelumnya dan sepanjang sejarah pencatatan perseroan,” ungkap Presiden Direktur dan CEO Link Net  Marlo Budiman, dalam keterangannya, baru-baru ini.

Menurut dia, seiring dengan itu, tingkat penetrasi jaringan (network) Link Net juga berada pada rekor yang tinggi, yaitu 29.1%. Ini terjadi karena manajemen berhasil menumbuhkan jumlah pelanggan serta utilisasi aset perseroan.

Penetrasi jaringan yang bertumbuh dengan rekor tertinggi menjadi 29,1% pada kuartal II-2020 pun lebih baik dibandingkan dengan 27,5% pada kuartal I-2020. Akibatnya, churn rate pada kuartal II tahun ini juga turun menjadi 2,4% dibandingkan 2,6% pada kuartal sebelumnya.

“Manajemen percaya bahwa akses terhadap internet berkecepatan tinggi memberikan berbagai manfaat kepada masyarakat dan mereka bekerja setiap hari dengan tujuan utama untuk terus meningkatkan konektivitas dan penetrasi broadband untuk masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, perseroan juga berhasil menambah 78.912 homes passed ke dalam jaringannya pada kuartal II-2020. Hal ini menjadikan total homes passed tercatat sebesar 2,621 juta.

Seiring dengan itu, Link Net mencatat pendapatan rata-rata per pelanggan (average revenue per user/ ARPU) untuk semester I-2020 sebesar Rp 375.000. Walaupun terjadi pertumbuhan jumlah pelanggan, ARPU tetap relatif stabil dan pada akhir bulan Juli lalu yang tercatat Rp 374.000.

Perseroan membukukan pendapatan senilai Rp 971 miliar pada kuartal II-2020, meningkat 6,2% dari Rp 915 miliar pada kuartal yang sama tahun 2019. Dalam perbandingan kuartal per kuartal, pendapatan Link Net meningkat 1,3% pada kuartal II-2020 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan perusahaan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earning before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA) senilai Rp 543 miliar pada kuartal II-2020, meningkat 0,3% dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Dalam perbandingan kuartal per kuartal, EBITDA meningkat 5,4% pada kuartal II-2020 dibandingkan dengan kuartal pertama tahun yang sama. EBITDA margin pada kuartal kedua II-2020 tercatat 55,9%, bertumbuh dari 53,8% pada kuartal pertama tahun yang sama.

Perpanjangan Kontrak

Sementara itu, Link juga telah berhasil memperpanjang perjanjian kontrak untuk hak pemanfaatan tiang dengan perusahaan pengelola tiang listrik milik negara, PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), anak perusahaan dari PT PLN (Persero).

Perjanjian kontrak tersebut memberikan hak kepada Link Net untuk terus menempatkan kabel broadband-nya pada tiang listrik yang dikelola ICON+ di dalam jaringan Link Net. Perjanjian diperpanjang hingga akhir Juni 2022, termasuk grace period selama enam bulan.

Sementara itu, perseroan juga sedang dalam proses migrasi kabel broadband ke infrastruktur milik sendiri. Manajemen Link Net berencana untuk semakin meningkatkan kemandirian infrastruktur di masa mendatang dan seterusnya sebelum adanya perpanjangan perjanjian kontrak yang akan datang.

“Saya senang bahwa negosiasi untuk perpanjangan perjanjian kontrak hak pemanfaatan tiang antara Link Net dengan ICON+ telah mencapai kesepakatan bersama,” ungkap Marlo.

Menurut dia, perpanjangan perjanjian kontrak itu memberikan kepastian dan kejelasan strategi perseroan di masa depan bagi para pemegang saham. Namun, Link Net juga akan terus melakukan migrasi kabel ke infrastruktur sendiri yang akan memberikan kemandirian infrastruktur.

Saat ini, Link Net memiliki dan mengoperasikan jaringan kabel Hybrid Fiber Coaxial (HFC) dan Fiberto-the Home (FTTH) yang menyediakan layanan akses internet berkecepatan tinggi untuk pelanggan ritel dan bisnis.

Perseroan juga mengoperasikan saluran televisi berlangganan melalui kerja sama dengan anak perusahaannya, yakni PT First Media Television (FMTV).

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN