Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perapihan kabel di DKI Jakarta. (Foto:Apjatel/IST)

Perapihan kabel di DKI Jakarta. (Foto:Apjatel/IST)

Apjatel Permasalahkan Pemotongan Kabel Sepihak Pemprov DKI Jakarta

Senin, 2 September 2019 | 10:25 WIB

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) siap melayangkan somasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atas pemotongan kabel optik (fiber optic) sepihak. Sebab, pemotongan sembarangan tersebut telah mengakibatkan terputusnya akses internet pada sebagian wilayah di  DKI Jakarta.

Akhir-akhir ini, Pemprov DKI Jakarta sedang merevitalisasi dan merapihkan utitilitas di area trotoar, taman, dan telekomunikasi, khususnya jaringan fiber optic di 81 ruas jalan berdasarkan Ingub No 126 Tahun 2018. Instruksi tersebut juga memuat waktu pelaksanaan merapihkan utilitas.

Ketua Apjatel Muhammad Arif Angga mengatakan, Apjatel sebenarnya mendukung instruksi tersebut karena mendorong kerapihan utilitas di wilayah DKI Jakarta. Tapi, Pemprov DKI Jakarta juga diingatkan perlu berkoordinasi mengenai sistem kerapihan yang diintruksikan.

Sebab, instruksi atas nama estetika itu tak selalu dilakukan dengan tepat. Beberapa kabel optik jaringan internet telah dipotong tanpa pemberitahuan dan koordinasi dengan pemiliknya. Akibatnya, sejumlah jaringan internet di Cikini dan Kemang Raya terputus dan dikeluhkan oleh pelanggan.

"Apjatel sangat menyayangkan tindakan sepihak dari Pemprov DKI Jakarta atas pemutusan dan pengrusakan kabel utilitas fiber optic milik penyelenggara jaringan telekomunikasi,” ujar Angga, dalam keterangannya.

Menurut dia, Apjatel melihat tidak ada pegangan yang jelas atas pemutusan kabel fiber optic di DKI Jakarta. Apalagi, anggota Apjatel juga sebenarnya sedang merapikan kabel fiber optiknya dengan biaya sendiri.

“Dalam timeline yang kami terima, Jalan Cikini Raya seharusnya masih (akan dirapikan) pada  Desember 2019," tambahnya.

Karena itu, lanjut Angga, Apjatel akan mengambil tindakan atas aksi pemutusan kabel fiber optic tanpa pemberitahuan dan koordinasi tersebut. "Kami telah berkonsultasi dengan kuasa hukum akan melakukan somasi kepada Pemprov DKI Jakarta," tegas dia.

Sementara itu, Apjatel juga menyampaikan enam pernyataan sikap atas kebijakan Pemrov DKI Jakarta. Pertama, Apjatel mendukung program berdasarkan Ingub No 126 Tahun 2018 itu. Sebab, kerapian dan keindahan DKI Jakarta merupakan sesuatu yang baik untuk masyarakat.

Kedua, utilitas telekomunikasi, khususnya fiber optic, merupakan salah satu infrastruktur yang menopang perkembangan ekonomi di DKI Jakarta. Karena, jaringan ini dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat, baik korporasi maupun sampai ke pelanggan ritel.

Ketiga, dengan adanya utilitas fiber optic, masyarakat dapat menikmati layanan data/internet kualitas terbaik untuk kegiatan bisnis maupun pribadi. Layanan internet juga mendorong perkembangan dunia internet of things (IoT) dan ekonomi digital yang sedang sangat berkembang.

Keempat, Apjatel dan anggotanya terus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta mengenai dampak dari Ingub No 126 tahun 2018, khususnya mengenai fiber optic. Kelima, saat ini, Apjatel dan anggotanya sudah sangat kooperatif dengan melakukan perapihan bersama di beberapa ruas jalan sesuai dengan Ingub tersebut.

Keenam, dengan kejadian di Jalan Cikini Raya, Apjatel sangat menyayangkan adanya pemutusan jaringan fiber optic sepihak oleh Pemprov DKI Jakarta tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga merugikan penyelenggara jaringan dan pelanggan.

Angga mengingatkan, jika Pemprov DKI Jakarta terus memutus kabel optik secara sepihak, efeknya tidak hanya akan berdampak buruk terhadap layanan internet bagi masyarakat, tapi juga layanan publik, seperti perbankan, hotel, dan instansi pemerintah.

Bahkan, jika pemotongan kabel optik terus dilakukan dalam area yang meluas, internet di DKI Jakarta dikhawatirkan bisa lumpuh. "Internet Jakarta akan blackout, lumpuh," pungkas Angga. (lm)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA