×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Gerakan Nasional Menuai Hasil

Selasa, 26 Februari 2019 | 15:58 WIB

Sementara itu, Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu menuturkan, Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital, sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia pada 2020 dengan mencetak 1.000 startup, mulai menampakkan hasil. Sejak program ini digulirkan pada 2016 hingga akhir 2018, jumlah yang lolos masuk tahap inkubasi sudah mencapai 584 startup.

Gerakan yang diinisiasi Kemenkominfo serta didukung instansi lain, seperti Bekraf, masyarakat, dan komunitas, di antaranya Kibar selaku ecosystem builder start-up, ini bertujuan membangun ekosistem teknologi di Indonesia melalui inisiatif-inisiatif pembangunan kapasitas, mentoring, dan inkubasi di berbagai kota.

Dia menyampaikan, pada 2017, jumlah pendaftar untuk program tersebut mencapai 39.738 orang, lalu yang terpilih 6.546 orang sebagai peserta, 370 orang mentor, 165 jumlah mitra (partner). Pada rentang waktu 2016 hingga Oktober 2018 pun sudah tercipta 248 start-up yang lolos tahap inkubasi. Selanjutnya, hingga akhir 2018, telah mencapai 584 start-up yang lolos inkubasi melalui program tersebut.

“Kami pun optimistis, Gerakan Nasional 1.000 Start-up digital ini akan tercapai pada 2020. Saat ini, program terus berjalan dan terus melakukan kegiatan di berbagai kota di seluruh Indonesia,” kata Nando, panggilan akrab Ferdinandus Setu, di Jakarta, Senin (25/2).

Menurut dia, perogram tersebut bertujuan meningkatkan motivasi kewirausahaan dan membangun ekosistem start-up di Indonesia, sehingga dapat menciptakan start-up baru dan mempercepat perkembangannya untuk meningkatkan transaksi e-commerce secara khusus dan meningkatkan perekonomian ekonomi nasional, serta menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asean.

Nando mengungkapkan, program itu terutama membidik lima sektor kreatif untuk dikembangkan para start-up di Indonesia, yaitu sektor pertaninan (agriculture), pendidikan (education), kesehatan (health), logistics, serta pariwisata dan energi (tourism dan energy). “Kita harapkan lima sektor ini dapat melahirkan start-up yang unggul di sektornya masing-masing,” tegas Ferdinandus.

Di sisi lain, CEO Run System Sony Rachmadi dalam acara Demo Day Gerakan 1000 Start-up Digital yang diselenggarakan di Gedung Kemkominfo, belum lama ini, menuturkan, gerakan tersebut menjalankan strategi mentoring dan pembinaan intensif. “Tahapannya terdiri atas ignition, networking, workshop, hacksprint, dan bootcamp,” ucap dia.

Dia menambahkan, jumlah entrepreneur di Indonesia terus meningkat setiap tahun. “Dari hal ini, sebenarnya kita memiliki peluang untuk menciptakan entrepreneur nation dengan memanfaatkan teknologi digital yang akan menjadikan kita tuan rumah di negara sendiri,” tegas Sony, yang juga mentor dari Gerakan 1.000 Start-up Digital. (ark/az)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/umkm-go-digital/185893

BAGIKAN