Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum APJII Jamalul Izza. (Foto: APJII/IST)

Ketua Umum APJII Jamalul Izza. (Foto: APJII/IST)

Ibu Kota Baru Harus Punya Internet Unggul

Senin, 2 September 2019 | 08:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza menilai, kebijakan pemindahan ibu kota negara dan pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur internet yang unggul dan selaras dengan kebijakan tersebut.

Jamalul mengatakan, saat ini, infrastruktur jaringan internet di Kaltim sudah ada walaupun belum sebagus seperti di Jakarta. “Dengan adanya rencana ibu kota baru tersebut, tentu saja, infrastruktur internet harus dibangun selaras dengan perencanaan pemerintah tersebut," kata Jamalul, dalam keterangannya di Jakarta, pekan lalu.

Dia memandang, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memperpanjang penggelaran kabel fiber optik (Palapa Ring) di Kalimantan, sehingga seluruh penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi di Tanah Air dapat berdampingan melayani jasa telekomunikasi, termasuk di dalamnya telepon (voice), pesan singkat (SMS), dan internet/data, di calon  ibu kota baru tersebut.

Dia melihat, secara umum, kondisi internet di pulau Kalimantan sudah cukup baik. Karena, berdasarkan hasil survei nasional APJII yang dirilis pertengahan 2019, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 171,17 juta jiwa dari total 264,16 juta penduduk serta penduduk di Kalimantan sudah mulai melek internet.

"Jumlah tersebut setara 64,8% terhadap populasi, naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Dari jumlah 171 juta jiwa itu, sebanyak 9% pengguna internet berada di pulau Kalimantan," jelasnya.

Sementara itu, dari angka 9% itu, pengguna internet di Kalimantan Barat menyumbang 2,1%, Kaltim 1,6%, Kalimantan Selatan 1,5%, Kalimantan Tengah 0,9%, dan Kalimantan Utara 0,3%. Karena itu, Kalimantan Tengah dan Kaltim adalah dua provinsi pengguna internet cukup lumayan besar di pulau Kalimantan.

Dia meyakini, perusahaan internet dan operator telekomunikasi akan melihat hal itu sebagai peluang bagus untuk dikembangkan. Karena, dengan adanya aktivitas baru, khususnya ibu kota pemerintahan dan negara, trafik telekomunikasi akan meningkat pesat.

"Dengan demikian, para operator telekomunikasi dan perusahaan internet akan melihat ini sebagai potensi pendapatan. Mereka pun akan melakukan penggelaran infrastruktur baru," pungkas Jamalul. (lm)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA