Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran Layanan IM3 Ooredoo Asisten Google di Jakarta, Senin (10/2). (IST)

Peluncuran Layanan IM3 Ooredoo Asisten Google di Jakarta, Senin (10/2). (IST)

Indosat Hadirkan Layanan IM3 Asisten Google

Emanuel Kure, Senin, 10 Februari 2020 | 19:59 WIB

JAKARTA, investor.id - Operator telekomunikasi Indosat Ooredoo menjalin kolaborasi dengan Google untuk menghadirkan layanan IM3 Ooredoo Asisten Google. Layanan ini hadir sebagai solusi penghubung ke dunia digital, terutama bagi pelanggan yang masih menggunakan ponsel fitur (feature phone).

Ponsel fitur merupakan ponsel generasi awal yang hanya memiliki fitur dan kemampuan untuk bertelepon (voice) dan berkirim pesan singkat (SMS). Pada umumnya, ponsel ini masih menggunakan jaringan generasi seluler ketiga (3G) hingga generasi pertama (1G).

Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengatakan, Indosat Ooredoo melalui IM3 Ooredoo, menjadi operator pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan Google meluncurkan IM3 Ooredoo Phone Line dengan Asisten Google secara resmi.

Dengan layanan tersebut, pelanggan dimungkinkan dapat dengan mudah mendapatkan informasi apa pun yang dibutuhkan lewat panggilan telpon ke 696 secara gratis. Hal ini pun menjadi salah satu solusi pengguna ponsel fitur yang punya kemampuan terbatas.

“Kami sangat senang bisa bekerja bersama dengan Google untuk memberdayakan masyarakat. Kerja sama dengan Google, sebagai salah satu perusahaan teknologi paling inovatif di dunia ini, selaras dengan komitmen kami untuk mewujudkan inklusi digital di Indonesia,” kata Ahmad di Jakarta, Senin (10/2).

Menurut dia, Indosat bersama Google meluncurkan layanan tersebut demi memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat yang tinggal di daerah peedesaan dengan keterbatasan akses internet dan pengguna feature phone.

“IM3 Ooredoo Phone Line dengan Asisten Google akan membuka potensi yang dimiliki masyarakat dengan cara menghubungkan mereka ke dunia digital. Ke depannya, kami berharap dapat bekerja sama dan membantu Indonesia memperkuat potensinya dengan teknologi baru,” ujarnya.

Dia melanjutkan, kini, pelanggan IM3 Ooredoo, terutama yang menggunakan feature phone dan berada di wilayah dengan keterbatasan akses internet, tidak perlu bingung jika ingin mengetahui berita terkini, informasi cuaca, hingga menerjemahkan Bahasa Indonesia ke bahasa asing.

“Semua informasi itu bisa diakses melalui IM3 Ooredoo Asisten Google. Penggunaannya semudah melakukan panggilan telepon ke 696 langsung dari ponsel mereka. Layanan ini sudah hadir dan bisa dinikmati oleh pelanggan IM3 Ooredoo di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Ahmad.

Kesempatan Sama

Sementara itu, Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf menuturkan, pihaknya memiliki kewajiban untuk turut memastikan agar setiap orang di Indonesia memiliki kesempatan melakukan sesuatu yang hebat bagi diri mereka sendiri dan nusa bangsa, melalui fasilitas teknologi.

“Kami sadar betul bahwa dibutuhkan kerja sama dengan berbagai kalangan, saling bahu-membahu untuk dapat mewujudkan misi kami ini dan maju bersama. Untuk itu, kerja sama dengan menyediakan teknologi baru bernama IM3 Ooredoo Phone Line dengan Asisten Google diharapkan dapat membantu untuk memperluas akses informasi kepada masyarakat Indonesia,” ungkap Randy.

Sementara itu, berdasarkan data dari GSMA Mobile Economy Report tahun 2019, menunjukkan, di Indonesia masih terdapat kesenjangan (gap) digital antara penduduk di kota besar dan perdesaaan. Sekitar 45% masyarakat yang tinggal di area perdesaan mengalami kesenjangan teknologi, atau lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara berkembang lain di kawasan Asia Pasifik.

Hal tersebut juga terkait dengan kondisi geografis Indonesia yang luas dan berupa negara kepulauan. Kondisi ini menyebabkan akses informasi digital belum mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA