Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Investasi Asing Sulit Dihindari

Selasa, 26 Februari 2019 | 16:01 WIB

Perihal protes dari sebagian pihak bahwa pertumbuhan start-up di Tanah Air, terutama yang telah naik kelas menjadi unicorn, terlalu bergantung kepada investasi asing, Hari mengemukakan, hal itu sulit dihindari. Apalagi jarang ada investor domestik yang mau berinvestasi besar-besaran senilai miliaran dolar AS, seperti dilakukan Google, Softbank, Alibaba, dan lainnya kepada Bukapalak, Tokopedia, Go-Jek, dan Traveloka.

Menurut dia, untuk saat ini investor asing yang masuk ke empat unicorn tersebut membawa dana segar dan masih 'membakar uang' untuk membesarkan bisnisnya, sehingga lebih banyak membawa keuntungan bagi perekonomian nasional. Investasi asing memacu perkembangan start-up yang membuka banyak lapangan kerja dan mendorong perkembangan UMKM untuk menjangkau pasar lebih luas melalui pasar online, antara lain melalui market place Bukalapak dan Tokopedia.

“Kritik itu memang perlu didengar dan Indonesia mungkin perlu mulai memperketat masuknya asing ke start-up dalam 5-10 tahun ke depan agar tidak merugikan kepentingan nasional. Tapi, kalau sekarang, investasi asing sangat dibutuhkan untuk mengembangkan start-up dan menjadi wahana bagi UMKM untuk berjualan,” tandas dia.

Sementara itu, bedasarkan laporan Cento Ventures, pada 2018 start-up di Indonesia mendapatkan kucuran dana investasi untuk pengembangan usahanya sebesar US$ 7,7 miliar. Jumlah tersebut mencapai 70% dari total investasi di negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Total investasi untuk start-up di Asean mencapai US$ 11 miliar, naik dari 2017 senilai US$ 5,8 miliar. “Dalam tahun-tahun ke depan, kawasan Asia Tenggara tetap menjanjikan bagi investor di luar Tiongkok dan India,” demikian laporan Cento Ventures.

Laporan Cento Ventures juga menyampaikan, pemain start-up yang telah naik menjadi unicorn (Grab, Go-Jek, Tokopedia, dan Traveloka) terus menarik para investor untuk berinvestasi. Terungkap pula bahwa 70% dana yang dikucurkan itu mengalir ke Grab, Lazada, Go-Jek, Tokopedia, dan Sea Group. (ark/az)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/gerakan-nasional-menuai-hasil/185895

BAGIKAN