Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Rudiantara (Foto: Emanuel Kure/ID)

Menkominfo Rudiantara (Foto: Emanuel Kure/ID)

Layanan Internet di Papua Mulai Dipulihkan Rabu Besok

Selasa, 3 September 2019 | 19:48 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan membuka pemblokiran layanan data/internet di Papua dan Papua Barat secara bertahap, mulai Rabu (4/9) pekan ini.

Menteri Komunkasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, pemerintah sudah membuat skenario untuk menurunkan level pembatasan internet di Provinsi Papua dan Papua Barat setelah diblokir sejak Rabu (21/8). Pemblokiran layanan internet mulai dikurangi karena situasi keamanan di Papua mulai pulih.

“Nah, yang disiapkan skenarionya adalah pembatasan masih ada, tetapi levelnya diturunkan ke tingkat kabupaten atau kota, sehingga katakanlah di Papua. Tidak semua kabupaten kota diberikan pembatasan," kata Menkominfo, di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/9).

Pemblokiran layanan internet di Papua dan Papua Barat telah dilakukan sejak Rabu, 21 Agustus 2019, oleh Kemenkominfo karena kerusuhan di kedua provinsi tersebut. Kerusuhan di Fakfak, Sorong, dan Manokwari pecah karena dipicu foto dan satu video yang tersebar di media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp.

"Yang harus dibatasi dibatasi, yang tidak-tidak ya. Nah, ini sedang kita koordinasikan kabupaten/kota mana saja (yang dibuka pemblokirannya). Malam ini (Selasa) mudah-mudahan sudah ada (keputusannya), sehingga secara bertahap besok (Rabu) sudah bisa dilakukan, diaktifkan kembali layanan datanya di beberapa kabupaten/kota," tambah Rudiantara.

Layanan internet di mana saja yang akan dibuka dan tetap diblokir, menurut dia, sudah dikoordinasikan dengan aparat keamanan.

"Pihak keamanan yang mengerti kondisi setempat. Kondisi di Papua yang tahu Kapolda dan pihak keamanan sekarang maupun intelijen, tentunya. Kita kan harus antisipasi semuanya, namanya juga mencegah, menangani, dan memulihkan," ungkapnya.

Menkominfo mengakui bahwa dampak negatif dari pembatasan internet itu bukan hanya dirasakan publik secara umum, tapi juga terhadap pemerintah pusat maupun daerah.

"Berdampak juga kepada pemerintah daerah, masyarakat, teman-teman dari polisi, TNI, juga kan terkena dampaknya semua. Jadi, ini kan tidak ada pembedaan. Misalkan, untuk masyarakat datanya tidak bisa, tetapi untuk petugas datanya bisa diaktifkan, enggak, semuanya sama," tambah Rudiantara.

Dia juga menyampaikan, hingga Minggu (1/9), Kemenkoinfo sudah mendeteksi 500 ribu URL, atau kanal yang disalahgunakan untuk mengirimkan kabar bohong (hoaks).

"Sudah ada 500 ribu lebih URL hoaks. Yang paling banyak itu Twitter, dibuka pasti ada risiko tersebar lagi. Tapi, setelah diskusikan, dan kami juga tentunya berkomunikasi dengan tokoh-tokoh, masyarakatyang ada di papua. Bagaimana bisa menangani ini, biar pas," jelasnya.

Walaupun layanan internet diblokir, masyarakat di Papua selama ini masih bisa menggunakan layanan telepon dan pesan singat (SMS). "Telepon dan SMS kan tidak dimatikan. Kalaupun sempat terganggu karena kabel udara ada yang memutus, tapi bukan secara sengaja dinonaktifkan," ungkap dia.

Rudiantara menegaskan bahwa bagi daerah yang sudah dinilai aman di Papua, layanan internet akan kembali dibuka dan diaktifkan.

"Mudah-mudahan, malam (Selasa) ini, saya dapat data dari 29 kabupaten/kota di Papua. Saya yakin lebih dari sebagian tidak menjadi masalah. Saya sudah dapatkam datanya, sehingga besok secara bertahap kita bisa lakukan. Jadi, kalau dikatakan besok (Rabu) mulai bertahap, itu fair," tambah Menkominfo. (lm)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA