Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Rudiantara.

Menkominfo Rudiantara.

Menkominfo Banggakan Palapa Ring

Abdul Muslim, Selasa, 9 Juli 2019 | 05:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut kedatangan 15 orang jurnalis dari negara-negara Pasifik Selatan dan Afrika di Jakarta, Senin (8/7). Menkominfo pun memaparkan dan membanggakan kebijakan afirmatif, atau keberpihakan untuk menyediakan jaringan tulang punggung akses internet cepat yang merata di seluruh Indonesia, atau disebut Palapa Ring.

"Kami membangun infrastruktur terutama TIK (teknologi informasi dan komunikasi). Kemenkominfo memanfaatkan dana USO untuk membangun TIK di luar Jawa. Tujuannya untuk membangun backbone broadband. Palapa Ring ini untuk menyatukan Indonesia," tutur Menkominfo dalam Breakfast Meeting dengan jurnalis dari Pantai Gading, Mozambik, Madagaskar, Fiji, Kiribati, dan Vanuatu.

Menurut dia, pembangunan jaringan tulang punggung internet cepat melalui Palapa Ring bukan tanpa kendala. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan pembangunan Palapa Ring memiliki tantangan tersendiri.

Meskipun demikian, Menkominfo optimistis, akhir tahun ini, proyek Palapa Ring akan sudah selesai dan bisa mulai beroperasi. Sebab, per 29 Juni 2019, kemajuan pembangunan Palapa Ring di kawasan Indonesia bagian timur sudah mencapai 98,50%.

"Tantangannya, Palapa Ring ada di kawasan Timur Indonesia. Tantangan juga ada pada medan kepulauan, yakni 17.000 pulau dan medan yang berat. Pada kuartal IV-2019, semua kota dan kabupaten diharapkan terkoneksi oleh backbone," tutur Rudiantara.

Target Bakti

Sementara itu, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Bakti)  menargetkan bahwa infrastruktur Palapa Ring ditargetkan selesai dan dapat digunakan sebelum 17 Agustus 2019.

"Kami targetkan pertengahan tahun ini. Menteri (Kominfo Rudiantara) menargetkan 17 Agustus bisa deliver service," kata Direktur Utama Bakti Anang Latif di Jakarta, seperti dikutip Antara, awal Mei lalu.

Target tersebut lebih lama dari rencana awal penyelesaian proyek pembangunan jaringan serat optik nasional itu pada Juni 2019. Anang mengaku, persoalan keamanan di Papua sebagai salah satu wilayah proyek Palapa Ring Timur menjadi penyebab target penyelesaian Palapa Ring meleset dari target awal.

Progres pembangunan Palapa Ring Timur telah mencapai sekitar 96% hingga awal Mei 2019. Kontur wilayah Papua dan Papua Barat yang berupa pegunungan juga menjadi kendala lain pembangunan Palapa Ring Timur. Anang mencontohkan kendala di Kabupaten Intan Jaya misalnya yang memerlukan 52 menara jaringan.

Sebanyak 28 mentara dari 52 menara itu berada di atas pegunungan, sehingga membutuhkan helikopter untuk mengangkut material yang diperlukan. Satu menara jaringan rata-rata juga memerlukan 80-100 ton material yang harus diangkut. Sedangkan helikopter yang tersedia hanya mampu mengangkut maksimal tiga ton sekali jalan.

Proyek infrastruktur jaringan Palapa Ring dibagi menjadi tiga paket, yaitu Barat, Tengah dan Timur. Dua paket, yaitu Palapa Ring Barat dan Tengah sudah selesai dibangun sejak 2018 dan kini telah mulai komersial.

Sebelumnya, Anang Latif mengatakan, pembangunan Palapa Ring Timur sempat terkendala baku tembak di Kabupaten Nduga, sehingga para pekerja harus menghentikan kegiatannya untuk sementara waktu dengan pertimbangan keamanan. Proyek tersebut juga terkendala banjir bandang di Sentani yang menyebabkan sejumlah material pembangunan hilang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA