Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Forum CxO Dialogue bertema Emerge as a Stronger Brand in the Next Normal: Advancing Company, Advancing Country Through Digital Transformation, yang digelar bersama IBM Indonesia dan BeritaSatu Media Holdings, Jakarta, Rabu (14/10). (Emral Firdiansyah/ID)

Forum CxO Dialogue bertema Emerge as a Stronger Brand in the Next Normal: Advancing Company, Advancing Country Through Digital Transformation, yang digelar bersama IBM Indonesia dan BeritaSatu Media Holdings, Jakarta, Rabu (14/10). (Emral Firdiansyah/ID)

IBM Punya Visi yang Sama dengan Pemerintah Indonesia

Menkominfo: Covid-19 Dorong Akselerasi Transformasi Digital

Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:30 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyampaikan, pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia telah mendorong akselerasi transformasi digital. Masyarakat dan industri di Tanah Air pun kini lebih adaptif dalam memanfaatkan platform digital untuk menunjang aktivitasnya.

Pandemi Covid-19 telah mendorong percepatan perkembangan sektor digital serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin menjadi tumpuan kehidupan manusia. Karena itu, masyarakat dan industri di Indonesia harus cepat menyesuaikan diri agar bisa berkompetisi engan baik.

“Bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, tetapi yang cepat beradaptasi dan cepat untuk menyesuaikan arah perubahan dengan cepat, itulah yang akan memenangkan pertarungan,” kata Johnny, dalam webinar bertajuk CXO e-Dialogue: Emerge as a Stronger Brand in The Next Normal yang diadakan IBM dan Beritasatu Media Holdings di Jakarta, Rabu (14/10).

Menurut dia, dalam kaitan dengan hal itu, pemerintah dalam pergaulan dan relasi antarbangsa serta dalam menangani keperluan domestik perlu secara cepat beradaptasi dengan arah baru (next normal) tersebut.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam arahan Presiden mempercepat akses internet dan akseslerasi digital perlu dilakukan secara holistik dalam melakukan transformasi digital,” ujar Johnny.

Ada lima arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait arah transformasi digital di Indonesia. Pertama, percepatan perluasan akses internet dan infrastruktur digital nasional. Saat ini, dari sekitar 83 ribu desa/kelurahan di Indonesia, masih terdapat 12,500 ribu yang belum tersedia sinyal 4G LTE.

Karena itu, Kemenkominfo meningkatkan internetifikasi secara nasional dengan menyelesaikan infrastruktur TIK agar seluruh desa/kelurahan di Indonesia terlayani sinyal 4G LTE pada 2022. “Kami harus men-deploy pembagunan backbone network, midlle mile network, dan last mile network,” tuturnya.

Saat ini, Indonesia telah memiliki lima satelit dan menyewa empat satelit asing. Pada 2023, Indonesia akan memiliki satelit multifungsi Satria dengan kapasitas 150 Gbps. Kapasitas satelit ini tiga kali lipat dari sembilan yang saat ini digunakan hanya setara dengan 50 Gbps.

Selain itu, Kemenkominfo gencar menggelar fiber optic serta membangun base tranceiver station (BTS) dan microwace link untuk memenuhi layanan internet 12.500 desa/kelurahan.

Kedua, Kemenkominfo menyiapkan roadmap transformasi digital di sektor strategis. Saat ini, Kemenkominfo bersama sejumlah stakeholder dan konsultan sedang menyusun peta jalan transformasi digital di Indonesia.

Ketiga, mengintegrasikan dan pembangunan pusat data nasional. Menurut Johnny, saat ini, data center untuk pemerintah saja sebanyak 2.700 unit. Harapannya, data bisa lebih bermanfaat bagi negara dan masyarakat Indonesia, serta jangan hanya dimanfaatkan bangsa lain.

Keempat, menyelesaikan legislasi primer dan skema pembiyaannya, termasuk di dalamnya UU Omnibus Cipta Kerja di sektor pos, telekomunikasi, dan penyiaran yang baru saja disahkan DPR.

Kelima, mempersiapkan SDM digital. “Tersedianya SDM digital yang memadai, baik dalam jumlah maupun kualitas. Kita bersama-sama menyiapkan kebutuhan SDM nasional. Cloud computing, AI juga penting sekali untuk kita miliki,” ungkap Johnny.

Dia meyakini, transformasi digital di masa pandemi Covid-19 bukan hal yang sulit dan bisa dilakukan. Apalagi, pada saat ekonomi mengalami kontraksi, sektor telekomunikasi di Indonesia tumbuh positif.

“Kuartal I-2020 tumbuh 9,6% dan kuartal II tumbuh 10,88%. Ini memberikan gambaran sektor ini memang harus menjadi tumpuan” tegas Menkominfo.

Peran IBM  

Sementara itu, IBM, salah satu perusahaan teknologi global, juga memiliki visi yang sama dengan pemerintah Indonesia untuk mempercepat transformasi digital di Tanah Air.

Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya mengatakan, saat ini, banyak klien perusahaan melakukan transformasi digital, baik pada tahap awal maupun sudah pada tahap eksekusi.

Karena itu, IBM bekerja sama dengan Kemenkominfo memberikan kurikulum edukasi kepada pelanggan maupun SDM, sehingga dapat melakukan transfromasi digital dengan baik.

IBM memberikan kurikulum terkait data science, finance dan operation, manage service, serta menjadikan pelanggan (customer) sebagai mitra untuk mempercepat transformasi digital.

“Kita punya riset yang kuat, sehingga bisa lebih tepat dalam memprediksi lima tahun ke depan. Secara reguler, kami lakukan pelatihan dan bimbingan kepada customer, sehingga dapat melakukan transfromasi secara tepat,” tutur Wijaya.

Dalam lima tahun ke depan, lanjut dia, IBM memfokuskan pada cloud computing, data dan artificial intelligent (AI), cognitive solutions, managed service, serta enterprise services dan security.

Gunung Raja Paksi

Presiden Direktur PT Gunung Raja Paksi Tbk Abednedju Giovano Warani Sangkaeng menambahkan, transformasi digital merupakan keharusan bagi sebuah perusahaan agar bisa bersaing dengan kompetitor.

“Tahun 2019 merupakan awal transfromasi kami. Kami berusaha menyelaraskan dengan visi pemerintah, mengarahkan kepada proses yang lebih baik, lebih agile. Kami bekerja sama dengan IBM dan SAP untuk membantu mencapai visi kami supaya lebih kompetitif dengan produksi yang low coast,” ungkap Abednedju.

Menurut dia, berbicara soal teknologi, saat ini, ada tiga hal yang dilakukan Gunung Raja Paksi. Pertama, sisi project control dan coordination. Gunung Raja Paksi sudah menggunakan cloud technology sebagai salah satu motor untuk menggerakkan transportasi serta memonitor semua aktivitas.

Selain itu, Gunung Raja Paksi menggunakan teknologi AI, sehingga bisa mengambil dan mengelola data-data tersebut dengan less human intervension.  “Karena itu, gak ada yang bisa bersembunyi dengan data-data yang dimodifikasi,” ungkap Abednedju.

Kedua, sisi behaviour. Saat ini, sekitar 80-90% pertemuan internal dan eksternal Gunung Raja Paksi sudah dilakukan secara daring (online). Ketiga, dari sisi industri, Gunung Raja Paksi juga sudah menggunakan infrastruktur internet.

“Sebelumnya, kita belum siap WFH (work from home). Tetapi sekarang, bagian IT sudah mampu membantu kita untuk WFH. Kantor kita di empat lokasi dan semuanya sudah terkoneksi dengan baik, sehingga mampu bekerja dengan baik,” pungkas Abednedju.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN