Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Terkait Kecelakaan Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak

Menkominfo Pastikan Tak Ada Gangguan Frekuensi Penerbangan

Minggu, 10 Januari 2021 | 20:40 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memberikan penjelasan terkait dengan peristiwa hilang kontak Pesawat Udara Sriwijaya Rute Jakarta-Pontianak Call Sign SJ-182 dan jatuh pada pukul 14:40 WIB, Sabtu (9/1) kemarin.

Menkominfo menyatakan, berdasarkan pantauan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (UPT Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), tidak ada gangguan layanan komunikasi penerbangan di kawasan Bandar Udara Soekarno-Hatta dan sekitarnya saat Sriwijaya Air hilang kontak.

"Hasil monitor pada frekuensi marabahaya clear, tidak ada gangguan yang merugikan, no harmful interference," jelas Johnny di Jakarta, Minggu (10/2).

Dia menjelaskan, Kemkominfo telah menggelar Posko Bersama bersama Airnav selama Natal 2020 dan Tahun baru 2021 (Nataru) dengan melakukan prioritas monitoring pada band penerbangan.

"Dan, selama posko bersama digelar, tidak teridentifikasi gangguan pada band penerbangan. Frekuensi penerbangan dari tanggal 1 Januari  sampai dengan 9 Januari 2021 pada pukul 18.09 WIB masih clear dan tidak ada gangguan yang merugikan, atau no harmful interference," tandasnya

Saat ini, menurut Menkominfo, UPT Ditjen SDPPI yang berada di DKI Jakarta, Banten, dan Pontianak, juga terus melakukan pemantauan frekuensi penerbangan. 

"Kami masih memonitor frekuensi penerbangan untuk memastikan tidak ada gangguan," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan langsung untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat tersebut.

Kemkominfo pun mendukung monitoring frekuensi radio untuk kebutuhan upaya Kementerian Perhubungan, Basarnas, KNKT, dan TNI-Polri, yang tengah fokus pada upaya pencarian dan pengangkatan Pesawat Udara Sriwijaya SJ-182 dari perairan Kepulauan Seribu.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN