Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Johnny G Plate

Johnny G Plate

ATSI Berharap Tak Ada Kenaikan PNBP

Menkominfo Targetkan Lahirnya Hectocorn

Emanuel Kure, Kamis, 24 Oktober 2019 | 08:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Johnny G Plate, politikus Partai Nasdem, resmi dilantik menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) baru periode 2019-2024 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (23/10). Dia menargetkan Indonesia bisa memiliki usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) dengan valuasi minimal US$ 100 miliar, atau hectocorn.

Johnny resmi menggantikan Rudiantara, menkominfo periode sebelumnya, tahun 2014-2019. Acara serah terima jabatan (Sertijab) dari Rudiantara ke menkominfo baru dilakukan di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta, Rabu kemarin.

Pada kesempatan itu, dia mengungkapkan, salah satu target yang dicanangkannya adalah Indonesia harus mampu menghasilkan lebih banyak unicorn, start-up bervaluasi minimal US$ 1 miliar. Bahkan, Indonesia juga diyakininya mampu menambah jumlah decacorn dan mencetak start-up dengan valuasi US$ 100 miliar.

"Indonesia harus mampu menghasikan lebih banyak unicorn, lebih banyak decacorn, dan kalau bisa kita punya start-up dengan skala US$ 100 miliar ya,” ujar Johnny.

Karena itu, Kemenkominfo akan berperan sebagai regulator sekaligus fasilitator. Dengan cara itu, kementerian yang dipimpinnya tersebut akan dapat mempercepat kesempatan bagi pelaku di bidang digital.

Dalam riset terbarunya, Google, Temasek, dan BAIN & Company, berjudul e-Conomy SEA 2019 yang dirilis awal Oktober ini, menyebutkan, Indonesia telah memiliki lima start-tup berkelas unicorn yang terdiri atas Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, dan OVO, dan Gojek. Selain itu, Gojek telah naik kelas bersatus decacorn, atau bervaluasi lebih dari US$ 10 miliar.     

OVO menjadi unicorn terbaru di Tanah Air. OVO kini masuk dalam status tersebut bersama 10 perusahaan berbasis teknologi lainnya di Asia Tenggara, yakni Bigo, Bukalapak, Gojek, Grab, Lazada, Razer, Sea Group, Traveloka, Tokopedia, dan VNG.

Johnny melanjutkan bahwa Kemenkominfo punya dua fungsi besar, yakni komunikasi dan mengembangkan ekosistem digital.

Menkominfo juga menyampaikan bahwa Kemenkominfo akan berupaya lebih dalam menggolkan Undang-Undang tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang saat ini drafnya sudah ada di tangan Sekretariat Negara (Setneg). RUU PDP sebenarnya masuk program legislasi nasional (prolegnas) 2019 DPR untuk periode 2014-2019. 

Harapan ATSI

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) pun memberikan komentar dan harapan terkait terpilihnya Johhny G Plate sebagai menkominfo baru. Ketua Dewan Pengawas ATSI Danny Buldansyah mengatakan, ada dua hal yang diharapkan oleh pelaku usaha, yakni terkait pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan infrastruktur telekomunikasi.

"Harapannya, yang pertama, PNBP enggak naik. Yang penting, itu adalah kontribusi operator terhadap penerimaan pemerintah sebaiknya tidak naik, tetapi dari pajak industri bisa meningkat,” kata Danny.

Dia melanjutkan, penetrasi infrasturktur internet harus semakin dikembangkan secara masif diiringi dengan efisiensi industri telekomunikasi di Tanah Air. “Caranya seperti apa, kita bicarakan bareng-bareng," ujarnya.

Hal yang sama diutarakan oleh Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini. Menurut dia, industri telekomunikasi saat ini sudah cukup berat. Sementara itu, pekerjaan rumah untuk membangun infrastruktur internet masih banyak.

“Jadi, diharapkan, pemerintah ini bisa memberikan support yang banyak kepada operator, sehingga kita bisa bersama-sama membangun, nggak hanya infrastruktur di kota-kota besar, tapi juga bisa ke daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal),” ungkap Dian.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA