Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate (jaket biru muda) meninjau lokasi pembangunan Pusat Data Nasional di Barelang, Batam. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate (jaket biru muda) meninjau lokasi pembangunan Pusat Data Nasional di Barelang, Batam. (IST)

Menkominfo Umumkan 4 Lokasi Pembangunan Pusat Data Nasional

Jumat, 23 April 2021 | 21:49 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

BATAM, investor.id - Menkominfo Johnny G Plate  mengumumkan empat wilayah yang akan menjadi lokasi pembangunan pusat data nasional (PDN). Pusat data berspesifikasi 42 ribu cores dan kapasitas 72 petabytes akan dibangun di wilayah Jabodetabek (Bekasi), Ibu Kota Negara baru Kalimantan Barat, Batam, serta Labuan Bajo (NTT).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, PDN pertama yang berlokasi di Jabodetabek ditargetkan selesai dibangun tahun 2023, sehingga bisa mendukung pengambilan kebijakan pemerintah lebih baik.

“Kenapa perlu dibangun yang lain lagi, karena dalam rangka redundansi, sehingga, kalau data harus ada backup yang kuat. Apalagi, data pemerintah ini kan data seluruh rakyat Indonesia, sehingga kita harus betul-betul punya redundansi kuat dan pemanfaatan efisien,” ujar Johnny di Nongsa Digital Park Batam, Jumat (23/4).

Menurut dia, pemilihan tempat-tempat tersebut berdasarkan analisis teknis, geostrategis, dan juga efisiensi biaya (cost efficiency). Pasalnya, kehadiran sebuah PDN di suatu wilayah harus memberikan multiplayer effect dari sisi ekonomi, harus produktif, dan juga efisien.

“Membangunnya pun harus di tempat-tempat yang memiliki produktivitas dan efisiensi yang tinggi, dari sisi biayanya juga. Tidak hanya spesifikasi teknis dan geostrategis, tetapi juga cost efficiency,” ujar Johnny.

Satu Data Indonesia

Pada kesempatan itu, Menkominfo menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Keputusan Presiden, dan arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia sudah seharusnya mempunyai Satu Data Indonesia.

“Dalam kaitan dengan hal tersebut, pemerintah pun mengambil langkah untuk membangun Government Cloud, atau Pusat Data Pemerintah,” ungkapnya.

Johnny mengungkapkan, langkah itu dieksekusi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk membangun PDN baru karena jumlah Pusat Data Pemerintah saat ini tidak sedikit dan dinilai tidak efisien.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah saat ini memiliki total 2.700 pusat data dan sayangnya hanya sekitar 3% yang memenuhi standar global. Hal tersebut berdampak pada sulitnya Indonesia punya satu data melalui berbagai metode dan metodologi.

“Baik itu data cleansing, data cleaning, data interoperabilitas yang mengakibatkan kesulitan kita mempunyai satu data nasional dalam mengambil kebijakan publik dan dalam merancang pembangunan yang berperspektif masa depan akurat,” tuturnya.

Langkah Tepat

Menkominfo melanjutkan, langkah pemerintah untuk membangun PDN sudah tepat. Karena, pemerintah Indonesia sudah terlanjur punya banyak pusat  data, sehingga perlu dilanjutkan dan disesuaikan untuk menghasilkan government cloud, atau Pusat Data Pemerintah.

“Saat ini, untuk pelayanan pemerintahan pusat dan daerah, Indonesia menggunakan 24.700 aplikasi yang belum tentu efektif dan efisien, sehingga mengakibatkan belanja negara terlalu besar untuk membiayai pusat data yang begitu banyak dan hanya sedikit yang memenuhi standar global,” kata Johnny.

Selain itu, aplikasi yang begitu banyak dan tidak terkoordinasi telah berdampak pada inefisiensi. “Karenanya, kita harus membangun Pusat Data Nasional dan mempunyai satu super aplikasi dalam rangka penyelenggaraan pemerintah,” ungkapnya.

Dia juga berharap kepada para mitra, pemerintah daerah (pemda) di seluruh wilayah Indonesia, dan kementerian/lembaga di tingkat pusat nantinya bisa menggunakan satu super aplikasi bersama-sama.

“Karena yang pasti bahwa pusat data yang akan kita bangun adalah pusat data tier 4, pusat data dengan standar global tertinggi di dunia. Ini menurut standar-standar pusat data,” pungkas Menkominfo.

Dalam peninjauan lahan rencana lokasi pembangunan Pusat Data Nasional tersebut, Menkominfo didampingi oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Utama Bakti Kemkominfo Anang Latif, dan Direktur Layanan Aplikasi Pemerintah Bambang Dwi Anggono.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN