Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen SDPPI Kemenkominfo Ismail. (IST)

Dirjen SDPPI Kemenkominfo Ismail. (IST)

Mesin CEIR Mampu Tampung IMEI Baru

Senin, 12 Oktober 2020 | 20:38 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan bahwa kapasitas mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) yang dikelola bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) cukup untuk menampung data International Mobile Equipment Identity (IMEI) dari ponsel terbaru.

"Sudah di-upload data IMEI ponsel baru yang kemarin sempat tertunda. Kapasitas mesin CEIR saat ini mencukupi untuk menerima data terbaru," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Informatika Kemenkominfo Ismail, Senin (12/10).

Dia pun mengklarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai kapasitas mesin CEIR telah mendekati penuh, sehingga mengganggu proses registrasi IMEI dari produksi ponsel baru.

Menurut Ismail, mesin CEIR selama ini berjalan normal dan baik-baik saja. Data IMEI perangkat handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) produksi dan impor terbaru sampai dengan tanggal 10 Oktober sudah dimasukkan ke CEIR.

Sebagai pusat pengelolaan informasi IMEI, mesin CEIR dibangun oleh Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) untuk mengintegrasikan sistem Equipment Identity Register dari lima operator. Penyempurnaan sistem dilakukan terus-menerus untuk menjamin kesiapan pengendalian IMEI.

Dia melanjutkan, pengelolaan CEIR dilakukan bersama oleh Kemenperin dan Kemenkominfo untuk mengoordinasikan operator telekomunikasi seluler menjalankan ketentuan pengendalian IMEI.

"Apabila ada produsen yang saat ini belum bisa memasukan data nomor IMEI, mereka bisa segera berkoordinasi dengan Kemenperin," tambahnya.

Pemerintah memberlakukan pengendalian IMEI mulai Selasa, 15 September 2020, pukul 22.00 WIB, dengan menggunakan sistem CEIR.

Kebijakan pengendalian IMEI ditujukan untuk melindungi konsumen dan memberikan kepastian hukum kepada operator dalam menghubungkan perangkat yang sah ke jaringan telekomunikasi.

Ismail menyarankan, penyampaian keluhan layanan telekomunikasi dapat menghubungi customer service melalui layanan call center, e-mail, digital, atau mengunjungi gerai layanan operator telekomunikasi.

Sementara itu, hal yang berkaitan dengan kebijakan dan regulasi lain di luar kewenangan operator telekomunikasi. Terkait dengan pengendalian IMEI, pelanggan dapat menghubungi Call Center Kemenkominfo 159.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN