Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Nokia Jabarkan Prospek Keamanan Publik Berbasis Broadband

Gora Kunjana, Rabu, 18 Oktober 2017 | 11:54 WIB

JAKARTA- Sebuah studi yang dirilis oleh Nokia mengungkapkan bahwa meskipun pengadopsian mobile broadband berkembang pesat di negara Asia termasuk Indonesia, ada peluang lebih lanjut untuk memanfaatkan teknologi ini, terutama di bidang layanan tanggap darurat.

Nokia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/10/2017), menyebutkan, penelitian ini mengevaluasi prospek keamanan publik berbasis broadband di Vietnam, Indonesia, Jepang, Bangladesh dan Thailand, dan jenis solusi yang mungkin diadopsi oleh masing-masing negara.

Studi ini juga menjabarkan praktik yang spesifik bagi tiap negara untuk memandu para pelaku industri, pemerintah dan pembuat kebijakan dalam mempercepat pengadopsian broadband dan digitalisasi.

Negara-negara di Asia Pasifik sangat rentan terhadap bencana alam, keadaan darurat yang kompleks dan ancaman keamanan. Akibatnya, digitalisasi jaringan keamanan publik menjadi prioritas pemerintah untuk memberikan kepada para responden pertama, informasi yang akurat secara real-time dan melintasi batas batas yurisdiksi.

Penelitian Nokia ini menemukan bahwa saat LTE secara umum sudah diterima sebagai teknologi nirkabel pilihan untuk jaringan keamanan publik di masa depan, di Indonesia perjalanan menuju penggunaan LTE secara luas dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti ekosistem yang kompleks, anggaran yang minim dan permasalahan bisnis, serta para pemangku kepentingan yang seringkali memiliki tujuan yang tidak sesuai.

Penelitian yang dikembangkan bersama oleh Nokia dan Tolaga Research ini merupakan hasil wawancara riset utama yang intensif dan riset sekunder.   

Untuk menjabarkan dinamika yang menantang terkait dengan komunikasi penting berbasis LTE, kerangka kerja dikembangkan untuk menilai prospek pasar masing-masing negara dan jenis solusi yang mungkin untuk diadopsi. Kerangka kerja ini mencakup tiga komponen utama: kesiapan ekosistem untuk mengadopsi LTE; kendala dan pengaruh yang dihadapi pemangku kepentingan dalam mengadopsi LTE dan pemicu pasar yang cenderung mendorong permintaan LTE.

 

Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun kelima negara tersebut berada pada tahap yang berbeda dalam perjalanan pengadopsian broadband, ada kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan keamanan publik dan kemampuan untuk mengatasi ancaman baru, serta memperbaiki berbagai layanan darurat.

Di Indonesia, sentimen dan peluang bagi komunikasi penting berbasis LTE akan meningkat pesat dalam lima tahun ke depan, didukung oleh berbagai faktor, termasuk ketersediaan spektrum radio dan kesiapan LTE dalam solusi Keamanan Publik. Namun, dukungan dari operator mobile dibutuhkan untuk penggelaran komunikasi penting berbasis LTE skala besar di Indonesia. Selain otoritas pemerintah yang bertanggung jawab atas peraturan telekomunikasi, para pemangku kepentingan lainnya yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan awal ekosistem LTE adalah para pemilik jaringan dan instansi pengguna keamanan publik.

Penelitian ini juga mengidentifikasi rekomendasi spesifik untuk tiap negara dalam mendorong kecepatan pengadopsian LTE untuk solusi Keselamatan Publik.

Untuk Indonesia rekomendasi yang teridentifikasi adalah Pertama, Mendorong penggunaan komunikasi penting berbasis LTE dalam acara besar yang diadakan di stadion dan ketika terjadi bencana alam.

Kedua, Penggunaan video surveillance untuk menjaga keselamatan publik dan keamanan selama berlangsungnya acara di lokasi atau stadion menjadi semakin umum, dan komunikasi penting berbasis LTE dapat dipertimbangkan untuk para penyedia keamanan publik dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekitar jika terjadi keadaan darurat.

Sama halnya dengan solusi-solusi untuk mengurangi risiko bencana alam juga harus diperluas dengan menyertakan solusi LTE untuk mencegah atau mengurangi korban jiwa atau kerusakan properti. Hal ini penting dilakukan karena Indonesia sangat rentan terhadap berbagai bencana alam.

Ketiga, Memperluas cakupan LTE ke dalam bisnis terkait dan aplikasi tanggap darurat.

Sejumlah industri, termasuk minyak dan gas, sumber daya alam dan pertambangan, membutuhkan komunikasi yang andal dan tangguh. Hal ini dapat menghasilkan peluang tambahan bagi bisnis dan kemampuan tanggap darurat berbasis LTE.

Keempat, Mempercepat rencana-rencana untuk menyelaraskan spektrum 700MHz untuk keamanan public.

Indonesia sudah berencana untuk menyelaraskan spektrum 700MHz yang saat ini digunakan untuk TV analog, dan proses akselerasi akan menciptakan peluang penggunaan dengan layanan pita lebar lebih luas untuk Perlindungan Masyarakat dan Bantuan Bencana.

Danial Mausoof, Head of Strategic Marketing for Asia Pacific & Japan, Nokia, mengatakan, urbanisasi yang pesat merupakan tantangan yang berkembang untuk kota-kota besar di Indonesia dan infrastruktur yang sudah ada mendapatkan tekanan yang besar.

“Melalui penelitian ini, kami harap negara-negara ini akan terdorong untuk menghadapi tantangan transformasi digital, mempertimbangkan kembali manfaat tersebut dan mempercepat secara signifikan masa depan digital. Di Nokia, kami berada pada posisi yang tepat untuk mendukung pengadopsian LTE untuk komunikasi penting dengan portofolio dan keahlian kami yang tak tertandingi dalam menggelar kemampuan keamanan publik di negara-negera lain. Di Indonesia, kami bekerja sama dengan para penyedia layanan untuk meningkatkan jaringan 4G di seluruh negeri, yang memainkan peran penting dalam memajukan digitalisasi keamanan public,” katanya.

Sementara Dr. Phil Marshall, Chief Research Director, Tolaga Research, mengatakan keamanan publik adalah hak seluruh warga negera dan digitalisasi jaringan keamanan publik merupakan kunci dalam menghadirkan keandalan layanan tanggap darurat dan keamanan untuk mengatasi ancaman keamanan nasional yang terus meningkat.

 

“Ketika kita tengah menuju ke arah yang benar, implementasi ini tidak akan terjadi dalam sekejap dan memiliki pemimpin teknologi yang kuat seperti Nokia sangat penting untuk membantu menghadirkan keunggulan digitalisasi. Kita membutuhkan lebih banyak dari infrastruktur digital dan kita tidak bisa menunggu, atau kita akan mengalami masalah,” ujarnya. (ral)

BAGIKAN