Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bakti Kemenkominfo Anang Latif. (Dok Kemenkominfo)

Direktur Utama Bakti Kemenkominfo Anang Latif. (Dok Kemenkominfo)

Palapa Ring Rampung Dibangun

Operator Diajak Ciptakan Akses Komunikasi

Abdul Muslim, Kamis, 17 Oktober 2019 | 10:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Operator telekomunikasi di Tanah Air diajak untuk membangun transmisi dan menciptakan akses kepada para pelanggan setelah pemerintah menuntaskan pembangunan jaringan tulang punggung (backbone) fiber optik Palapa Ring dari Natuna hingga Papua sepanjang 12.148 kilometer (km).

Pembangunan Palapa Ring merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada para operator seluler di Tanah Air agar bisa menciptakan akses komunikasi yang lebih merata. Karena itu, sekarang, peran lanjutan operator diperlukan untuk membangun akses yang menghubungkan antara jaringan Palapa Ring kepada para pelanggan perusahaan dan ritel.   

“Dengan rampungnya tol langit, berarti kami telah mendukung peran operator dalam menciptakan akses komunikasi. Kami memang telah berdiskusi dengan operator,” kata Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika Anang Achmad Latif di Jakarta, seperti dikutip Rabu (16/10).

Selama ini, lanjut dia, masalah pembangunan Palapa Ring bukan hanya karena jumlah penduduk yang dilayani hanya sedikit di daerah yang kurang menguntungkan. Masalah lainnya, biaya yang luar biasa besar untuk membangunnya karena harus melewati lautan.

Menurut Anang, pemerintah melalui Bakti menyiapkan infrastruktur tulang punggungnya melalui Palapa Ring. Selanjutnya, penyedia layanan telekomunikasi, yakni operator, yang kini berperan menuntaskan masalah ketersediaan sinyal yang menghubungkan Palapa Ring ke masyarakat pengguna.

Dia juga mengungkapkan, dengan tuntasnya jaringan Palapa Ring, operator diharapkan bisa segera manfaatkan dan menjual layanan dengan harga yang terjangkau dan menghadirkan internet dengan kecepatan yang sama cepat dengan di pulau Jawa.

Harapannya, masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta perbatasan, bisa segera nikmati kecepatan layanan internet seperti di pulau Jawa, atau Jakarta, hingga sekitar 7 Mbps.

Minat Operator

Pada kesempatan itu, Anang juga menjelaskan bahwa di Palapa Ring Barat dan Tengah kini ada 10 opeator yang sudah masuk akan menyambungkannya ke pelanggan. Sedangkan di Palapa Ring Timur, operator diberi kesempatan tiga bulan untuk uji coba secara gratis menggunakannya.

“PR-nya memang untuk kawasan yang masuk kategori tidak layak bisnis, yakni yang melibatkan 10% dari penduduk Indonesia. Persoalannya, yang 10% itu susah karena terpencil. Karena itulah, pemerintah akan turun tangan bila operator tidak bisa menyelesaikan,” katanya.

Anang menjelaskan, salah satu caranya dengan membangun infrastruktur telekomunikasi berupa 4.000 base transceiver station (BTS) dan satelit multifungsi pemerintah.

“Soal 4.000 BTS inilah yang akan berdampak langsung pada masyarakat, di mana kelak sinyal 4G tidak KW lagi. Selama ini, BTS itu memang ada, tapi persoalannya di transmisi. Nah, dengan adanya Palapa Ring, perjalanan sinyal menjadi singkat,” pungkasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA