Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Palapa Ring Paket Tengah Tingkatkan Akses Broadband

Gora Kunjana, Jumat, 4 Maret 2016 | 16:51 WIB

JAKARTA- Pemerintah meresmikan proyek Palapa Ring Paket Tengah senilai Rp1,38 triliun yang nantinya bermanfaat untuk meningkatkan layanan akses broadband atau pitalebar di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara.

"Ini adalah proyek yang sangat penting bagi masa depan dan progressnya tercepat di antara proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) lainnya," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam acara peresmian Palapa Ring Paket Tengah di Jakarta, Jumat.

Hadir dalam acara tersebut –seperti dilansir Antara-- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Saleh Husin serta Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Sinthya Roesly.

Peresmian proyek ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Menkominfo sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dengan PT Len Telekomunikasi Indonesia (konsorsium Pandawa Lima).

Proyek Palapa Ring merupakan upaya pemerintah untuk membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik yang menghubungkan seluruh kabupaten kota dan salah satu proyek infrastruktur strategis nasional yang ditetapkan melalui Perpres Nomor 3 Tahun 2016.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan perjanjian penjaminan untuk proyek antara PT Len Telekomunikasi Indonesia dengan PT PII yang merupakan pelaksana penyediaan penjaminan pemerintah. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan perjanjian regres antara PT PII dengan Menkominfo selaku PJPK.

Darmin mengharapkan proyek infrastruktur telekomunikasi nasional ini dapat diselesaikan sesuai jadwal, karena memiliki banyak manfaat dan bisa memajukan perekonomian Indonesia serta kesejahteraan bangsa.

"Proyek ini bisa menjadi titik awal pembangunan infrastruktur dengan skema KPBU, terutama dengan menggunakan skema availability payment yang dapat meningkatkan kelayakan proyek dan belum pernah digunakan dalam proyek lainnya," katanya. (gor)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN