Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Peluncuran Satelit Satria 1 Mundur ke Kuartal IV-2023

Senin, 23 November 2020 | 20:15 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan pengunduran rencana peluncuran satelit Satria I pada kuartal IV-2023 dari rencana semula Maret 2023. Hal ini terjadi karena satelit yang memiliki kapasitas 150 Gbps tersebut terkendala force majeure pandemi Covid-19.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, pengumuman tersebut didasarkan atas pemberitaan Space Intel Report.com yang berjudul International Telecommunication Union (ITU) board reject Indonesia deadline extended and request for Satria broadband satelite pada 16 November 2020. Namun, kemudian, berita dikoreksi menjadi ITU wants more information before extending deadline Indonesia Satria broadband satelite.

“Mengapa? Karena, ternyata Covid-19 berdampak pada proses pengadaan Satria 1. Satelit yang rencananya ditempatkan di slot orbit pada Maret 2023, kemudian mengalami pengunduran jadwal. Indonesia mengusulkan perpanjangan waktu penempatan selama 14 bulan yang diperkirakan secepatnya pada kuartal IV-2023,” tutur Menkominfo, melalui virtual conference, Senin (23/11).

Menurut Johnny, karena keadaan pandemi Covid-19, ITU pun meminta informasi tambahan kepada Indonesia dan PSN (operator satelit) agar pertimbangannya dapat diputuskan pada rapat ITU Maret 2021.

Namun, ITU juga memahami progress yang sudah terjadi pada pengadaan Satria 1 dan proses produksi terus berjalan. Pembiayaannya juga telah mendapat persetujuan dari lembaga pembiayaan BPI Prancis dan AIIB.

Setelah dilakukan kesepakatan proses equity, proses preeleminery agreement antara PSN dan Thales Alemania juga sudah dilakukan. Sementara itu, proses pembangunannya sudah dimulai.

“Dengan demikian, kita semua masih yakin Satria 1 akan ditempatkan di orbit sesuai tambahan waktu yang diminta Indonesia,” ungkapnya.

Meski demikian, menurut Menkominfo, Indonesia juga menyiapkan beberapa langkah alternatif terkait peluncurkan Satria 1. Pertama, meminta pengunduran waktu peluncuran selama 14 bulan, sehingga Satria 1 diperkirakan kuartal IV-2023 sudah bisa diluncurkan.

Kedua, Indonesia memiliki backup failing satelit yang sudah didaftarkan ke ITU sebagai cadangan, yaitu Nusantara PS 1 A sebagai pengganti apabila satelit PSN 146 E sudah tidak bisa digunakan lagi.

Ketiga, operator satelit Indonesia dapat menyewa dan menempatkan satelit floater dalam jangka waktu tertentu di slot orbit PSN 146 E untuk memenuhi kewajiban regulasi ITU. Dengan demikian, slot orbit akan tetap terjaga dan dapat digunakan untuk Satria 1.

Satelit Strategis

Pada kesempatan itu, Johnny juga mengungkapkan, Satria 1 sangat strategis untuk Indonesia. Satelit dengan kapasitas 150 Gbps ini merupakan salah satu yang terbesar di Asia. Untuk kepentingan Indonesia, satelit akan digunakan untuk layanan Wi-Fi di 150 ribu titik layanan publik.

“Di antaranya, termasuk 93.900 titik layanan pendidikan dan sisanya untuk kepentingan pelayanan pemerintahan sampai ke desa dan mendukung kegiatan kamtibmas di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Satria 1 akan ditempatkan di slot orbit 146 Bujur Timur (BT). Satelit ini dibuat oleh Tales Alemania Space dan roket peluncurnya menggunakan Space X Falcon 95500 yang saat ini sedang dalam proses produksi. Sejauh ini, pengadaan dan rencana penempatan satelit masih berjalan normal.

Slot orbit 146 BT telah disetujui oleh ITU untuk digunakan Indonesia, dengan PSN sebagai operator satelitnya. Pada awalnya, jangka waktu penempatan Satria 1 direncanakan pada Maret 2023, namun akhirnya, diundur pada kuartal IV tahun tahun yang sama.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN