Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pemerintah Berencana Naikkan TKDN Handset 4G

Oleh Eman Kure, Kamis, 26 Februari 2015 | 10:19 WIB

KUDUS – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana menaikkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) handset 4G lebih dari 40%. Rencana tersebut, jika produsen lokal sudah mampu memenuhi, bahkan melampaui persyaratan yang sudah ditetapkan pemerintah untuk TKDN handset 4G sebesar 40% pada 2017 nanti.

 

Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika) Rudiantara mengatakan, tujuan menetapkan tingkat kandungan lokal untuk handset sebesar 40% pada 2017 nanti adalah untuk menigkatkan efisiensi, serentak supaya lebih banyak menyimpan devisa dalam negeri. Sebab, per tahun, industry telekomunikasi menghamburkan dana setidaknya US$ 5 miliar untuk keperluan impor infrastruktur operator maupun untuk komponen handset.

 

“Kalau teman-teman produsen lokal sudah mampu memenuhi pasar dalam negeri, dengan tingkat kandungan lokal yang lebih tinggi, maka kita juga akan naikkan TKDNnya. Bisa juga dipercepat, tapi kita juga mesti tanya dulu kepada kepada teman-teman produsen lokal. Kalau mereka sudah siap, yah kita naikkan,” kata Rudiantara, saat kunjungan pabrik Polytron, di Kudus, Jawa Tengah, Senin, (23/2).

 

Menurut Rudiantara, menetapkan tingkat kandungan lokal, selain untuk saving devisa, juga bertujuan untuk mendorong kapasitas dan kemampuan produsen lokal. Meski demikian, lanjut Rudiantara, Pemerintah tetap mengacu pada permen (Peraturan Menteri) yang sudah dikeluarkan tiga kementerian, bahwa presentase TKDN untuk handphone 4G masih berkisar di angka 40%, yang nantinya akan berlaku mulai Januari 2017.

 

“Namun demikian kita juga tetap mengacu pada Permen (peraturan menteri) yang sudah keluar dari tiga kementerian ini. Bahwa, mulai Januari 2017 TKDN harus 40%. Kalau tidak, maka Kemendag akan larang ponsel 4G impor untuk beredar di Indonesia,” ujar Rudiantara.

 

Lebih lanjut, Rudiantara mengungkapkan, terkait tingkat kandungan lokal, diharapkan tidak hanya berpatokan pada perangkat keras (hardware). Sebab, bagi vendor global, mereka tidak terlalu mementingkan perangkat kerasnya. Yang penting bagi mereka, value chain-nya murah. “Mereka itu gak terlalu pusingkan, ini (hardware) asalnya dari mana, chasing-nya dari mana, display-nya dari negara mana, yang penting mereka dapatkan yang murah,” ungkap Rudiantara.

 

Olek karena itu, Rudiantara menganjurkan supaya vendor lokal memperkuat R & D (Research and Development). Dengan demikian, vendor lokal bisa membuat hak paten (right) atas produk-produknya sendiri. Sehingga, apabila vendor-vendor global membutuhkan produk-produk Indonesia, maka benefitnya akan masuk ke Indonesia.

 

“Tadi kami juga bicara ke R&D Polytron. Sebagai contoh tadi sudah ada beberapa paten yang sudah dilakukan oleh teman-teman polytron, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Nah itu akan dihitung sebagian dari lokal konten. Mengapa? Kalau produsen luar negeri mau menggunakan mereka, toh benefitnya harus ke Indonesia, karena mereka harus bayar right atau patennya kepada Indonesia. Jadi cara berpikir untuk meningkatkan kemampuan lokal konten ini, jangan fokus kepada hardware tapi fokus kepada sesuatu yang berasal dari brain (otak),” Jelas Rudiantara. (*)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA