Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. (IST)

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. (IST)

Pemerintah Terapkan 3 Skema Pendanaan Infrastruktur Digital

Senin, 2 November 2020 | 19:20 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah Indonesia menerapkan tiga skema pendanaan untuk membangun infrastruktur digital yang kuat dan inklusif. Targetnya untuk meningkatkan konektivitas telekomunikasi dalam mengurangi kesenjangan digital.

Tiga skema pendanaan terdiri atas Kewajiban Pelayanan Universal (Universal Service Obligation/USO) yang disumbang dari penyedia layanan telekomunikasi, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menegaskan, tiga skema pembiayaan itu merupakan bukti kuat komitmen pemerintah dalam upaya memeratakan pembangunan infrastruktur konektivitas telekomunikasi di Tanah Air.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun sesuai arahan Presiden Joko Widodo akan memastikan keberlanjutan proyek-proyek yang sudah disiapkan melalui tiga skema pendanaan itu.

"Pembiayaan campuran tersebut menunjukkan tindakan tegas Presiden Joko Widodo dan komitmen kuat untuk membangun infrastruktur yang kokoh dengan semangat inklusivitas di mana tidak akan ada yang tertinggal," papar Johnny, dalam The Leadership Dialogue International Telecommunication Union Regional Development Forum Asia and The Pacific Region (RDF-ASP 2020) secara virtual, Senin (2/11).

Menurut Menkominfo, pandemi Covid-19 telah menunjukkan pentingnya digitalisasi, terutama dalam memastikan bahwa tata kelola, kegiatan ekonomi, dan pendidikan dapat bertahan selama waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Itu tidak hanya akan membantu pemulihan ekonomi, tetapi juga akan menuntun kita menuju jalan menjadi masyarakat digital yang tangguh,” imbuh Johnny.

Dia melanjutkan, pandemi Covid-19 juga telah mengungkap ketidaksetaraan yang ada di domain digital. Tantangan yang dihadapi Indonesia dan banyak negara lain di dunia pun semakin berat.

Dalam acara yang dipandu Direktur Telecommunications Development Bureau International Telecommunication Union (ITU) Doreen Bogdan-Martin, itu Menkominfo mengajak semua negara anggota ITU yang hadir untuk membangun infratsrukturdigital yang kuat dan inklusif.

"Kita harus mengubah krisis ini menjadi lompatan besar dalam mengubah ekosistem digital dengan membangun infrastruktur yang kuat dan inklusif. Semoga apa yang telah kita bagikan hari ini bermanfaat," ajaknya.

Momentum

Dalam menjembatani kesenjangan digital, lanjut Johnny, Pemerintah Indonesia secara bersamaan memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mempercepat transformasi digital.

Menkominfo menyatakan, pihaknya memprioritaskan empat strategi, yakni penguatan infrastruktur digital, adopsi teknologi pendukung, pengembangan talenta digital, dan pembentukan hukum yang tepat untuk melengkapi regulasi primer.

"Strategi ini saling berhubungan dan sama pentingnya dalam upaya Indonesia membangun infrastruktur digital," jelasnya.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia menggunakan serat optik untuk meningkatkan konektivitas digital hingga kebijakan meluncurkan High-Throughput Satelite Satria-1. Satelit multifungsi ini dibangun untuk melengkapi jaringan kabel serat optik yang sudah terbangun.

"Untuk jaringan inti Indonesia, kami telah meluncurkan lebih dari 348.000 kilometer kabel serat optik darat dan bawah laut, termasuk 12.148 kilometer di bawah jaringan tulang punggung serat optik nasional Palapa Ring oleh Kementerian Kominfo," tutur dia.

Johnny mengatakan, Pemerintah Indonesia memperhatikan pembangunan layer terakhir untuk memastikan bahwa layanan internet tersebut menjangkau seluruh warga negara.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN