Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Penetapan Tarif Interkoneksi Harus Fair dan Lazim

Jumat, 3 Juli 2015 | 15:47 WIB

JAKARTA – Operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkomsel, tidak mempersoalkan rencana regulator mengevaluasi tarif interkoneksi. Operator dengan 142 juta pelanggan itu berharap, dalam menetapkan tarif interkoneksi yang baru, regulator menggunakan metoda yang lazim dan diterapkan secara adil (fair).


“Jadi, kami sangat terbuka dengan rencana penetapan tarif interkoneksi baru. Tapi kami berharap itu dilakukan secara fair agar tidak membuat iri operator lain yang sungguh-sunggug membangun BTS lebih banyak hingga ke seluruh pelosok Tanah Air,” kata Presiden Direktur Telkomsel Ririek Adriansyah saat berbuka puasa bersama wartawan di kantor Telkomsel, Rabu malam (1/7).


Ririek menegaskan, Telkomsel tidak mempersoalkan rencana regulator mengevaluasi tarif interkoneksi. Perubahan tarif interkoneksi juga tidak terlalu berdampak pada pendapatan operator paling Indonesia yang memiliki 142 juta pelanggan itu.


“Buat kami, perubahan tarif interkoneksi itu, dampaknya kecil karena pendapatan Telkomsel terbesar bukan dari situ (interkoneksi). Namun, kami usulkan agar tarif interkoneksi itu dihitung dengan metoda yang lazim, dan dilakukan secara fair, saya kira, tidak masalah,” kata Ririek.


Dalam berbagai kesempatan, Menkominfo Rudiantara mengungkapkan rencana mengevaluasi tarif interkoneksi. Peraturan Menkominfo (PM) No 8/2006 dan PM No 9/2006, yang keduanya mengatur masalah teknis implementasi interkoneksi pun mau direvisi.


Tarif interkoneksi adalah biaya yang harus dibayar oleh suatu operator kepada operator lain yang menjadi tujuan panggilan. Besaran tarif interkoneksi sangat bervariasi tergantung hubungan antaroperator mobile to mobile atau mobile to fixed. Besar tarif interkoneksi mobile to mobile adalah sebesar Rp 250 per menit.


Dalam perjalanannya, tarif interkoneksi untuk voice pernah berubah beberapa kali. Pada 2009, tarif interkoneksi turun 20-40% dan pada 2011 turun lagi sebesar 6%. Sedangkan tarif interkoneksi untuk pesan singkat (SMS) lintas operator, pada 2009 adalah sebesar Rp 11 per SMS, naik menjadi Rp 23 per SMS pada 2012, dan naik lagi menjadi Rp 24 per SMS pada 2014.


Penentuan tarif interkoneksi pada 2011 didasarkan pada asumsi trafik (Dokumen Penawaran Interkoneksi/ DPI) Telkomsel, sebagai penguasa pasar telekomunikasi di Indonesia, yakni di atas 25%. Penggunaan DPI Telkomsel itu merupakan kesepakatan regulator dan juga operator.


“Nanti, penentuan tarif interkoneksi akan menggunakan asumsi dari masing-masing operator. Skema tarif interkoneksi yang baru nanti harus mereferensikan kondisi sekarang dan ke depan dengan cara forward looking. Itu sebabnya, penghitungan interkoneksi itu selalu long run incremental cost," kata Menkominfo yang akrab disapa Chief RA itu. (ID/gor)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/home/tarif-interkoneksi-didasarkan-pada-asumsi-masing-masing-operator/121226

BAGIKAN