Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketum APJII Jamalul Izza. (APJII)

Ketum APJII Jamalul Izza. (APJII)

Pengguna Internet Indonesia Tembus 196 Juta

Senin, 9 November 2020 | 19:51 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil surveinya bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 196,71 juta pada 2019. Survei dilakukan APJII bersama lembaga Indonesia Survey Center pada 2-25 Juni 2020 dengan jumlah sampel 7.000 responden.

Jumlah pengguna internet tersebut mencapai 73,7% dari total populasi di Tanah Air yang diproyeksikan sebanyak 266,91 juta tahun lalu. Jumlah pengguna internet naik 25,53 juta (8,9%) dibandingkan tahun 2018 sebanyak 171,1 juta, atau 64,8% dari jumlah penduduk 264,16 juta.

“Kalau dilihat dari sebaran wilayah, pengguna internet paling tinggi ada di pulau Jawa sebesar 56,4%, kemudian, 22,1% di pulau Sumatera. Sisanya, tersebar di pulau Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” papar Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono, dalam konferensi virtual, Senin (9/11).

Sementara itu, responden yang disurvei mengaku sudah mengakses internet melalui ponsel pintar (smartphone) 95% dan laptop 19,7%. Sedangkan 73,2% responden sudah tak menggunakan komputer personal (personel computer) lagi. Sebagian dari mereka juga mengaku mengakses internet melalui jaringan Wi-Fi publik.  

Ketua Umum APJII Jamalul Izaa menuturkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan penetrasi internet meningkat, yaitu adanya program desa internet mandiri yang dijalankan bersama-sama antara APJII dan pemerintah desa, penetrasi infrastruktur, seperti proyek Palapa Ring dan pandemi Covid-19 telah mendorong semua aktivitas dilakukan secara daring (online).

“Kita melihat kondisi Covid-19 sekarang memang ada sisi hal negatif, tetapi juga ada hal positifnya, bahwa mau tidak mau kita harus bertransformasi digital. Kita berharap dengan meningkatnya penetrasi internet ini transformasi digital di Indonesia bisa lebih cepat,” ujar Jamalul.

Tranformasi Digital

Direktur Jenderal Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika  (Kemenkominfo) Ahmad M Ramli mengungkapkan, hasil survei APJII tersebut akan sangat berarti untuk menopang program transfromasi digital yang dicanangkan oleh Kemenkominfo.

Pasalnya, pada 2021, Kemenkominfo akan mulai membangun banyak daerah yang selama ini dianggap belum terjangkau internet cepat berteknologi seluler 4G LTE (blank spot). “Apa yang disampaikan APJII menjadi catatan kami, karena akan berguna untuk rencana policy dan regulasi kami ke depan,” imbuh Ramli.

Berdasarkan catatan Kemenkominfo, saat ini, Indonesia memiliki 83.218 desa/kelurahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.341 desa/kelurahan nonkomersial karena jumlah penduduknya sedikit. Sedangkan dari total desa/kelurahan yang ada, masih terdapat 12.548 desa/kelurahan yang belum ter-cover layanan 4G LTE.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN