Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pengguna OVO Capai 115 Juta

Rabu, 27 Februari 2019 | 00:32 WIB

Sementara itu, jumlah pengguna OVO telah mencapai 115 juta hingga akhir 2018 sejak resmi beroperasi pada Agustus 2017. Basis pengguna tumbuh lebih dari 400% dengan tiga transaksi terbesar dari sektor transportasi, ritel, dan e-commerce. Jumlah transaski platform OVO juga mengalami pertumbuhan yang eksponensial, yaitu mencapai 1 miliar transaksi selama satu tahun terakhir.

Director OVO Harianto Gunawan mengatakan, 2018 menjadi tahun dengan perkembangan yang eksponensial bagi OVO. Berawal dari pilot project di wilayah Karawaci, Tangerang, Banten, hingga penghujung 2018, OVO kini telah hadir di 303 kota di wilayah Indonesia.

“Pencapaian ini menegaskan peran OVO sebagai solusi inklusi keuangan, tidak hanya di kota metropolitan, namun di mana saja di seluruh Indonesia. OVO telah menjangkau Sabang hingga Merauke dengan 77% pengguna OVO berada di luar Jabodetabek,” kata Harianto di Jakarta.

Menurut dia, pada Oktober dan November 2018, OVO telah mencatatkan pertumbuhan jumlah merchant lebih dari 70%. OVO juga tengah mengembangkan quick response (QR) code untuk mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berawal dari 9.000 UMKM yang bekerja sama dengan OVO di Agustus 2018, saat ini, pengguna OVO dapat melakukan pembayaran di sekitar 180 ribu merchants UMKM di berbagai wilayah di Indonesia dengan QR code.

Harianto melanjutkan, tidak hanya menjalin kerja sama dengan merchant, OVO juga telah menggandeng mitra ekosistem selama setahun terakhir. Beberapa di antaranya bermitra dengan Bank Mandiri, Grab, Kudo, Alfamart, Moko, serta Tokopedia.

“Misi kami adalah mewujudkan cashless society. Karena, tantangan utama bukan pada kompetitor, tetapi transaksi cash. Masih ada sekitar 90% masyarakat Indonesia menggunakan pembayaran cash. Oleh karena itu, menggandeng partner untuk mewujudkan ekosistem bersama-sama adalah strategi yang kami lakukan, sehingga bisa mewujudkan cashless semakin cepat ke depan,” ujarnya. (*)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA