Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi penggunaan IoT. (threatpost.com)

Ilustrasi penggunaan IoT. (threatpost.com)

Penggunaan IoT di 3 Sektor Tumbuh Pesat

Kamis, 30 Juli 2020 | 08:44 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Tiga sektor di Tanah Air, yakni kesehatan, pertanian, dan energi, tumbuh pesat dalam penggunaan perangkat yang terhubung dengan internet (internet of things/ IoTsaat pandemi Covid-19. Hal ini terjadi seiring dengan kebutuhan untuk penegakan protokol kesehatan dan transformasi digital.

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (ASIoTI) Teguh Prasetya menyampaikan,   sektor kesehatan yang berbasis digital (digital healthcare) dipaksa untuk tumbuh pesat untuk terhubung dengan internet.

Hal tersebut terjadi antara lain karena meningkatnya kebutuhan perangkat deteksi panas di pasar ritel/pusat perbelanjaan (retail market thermal detection) dan perangkat kendali pengontrolan (remote monitoring) yang membutuhkan koneksi internet.

Adopsi perangkat berbasis IoT juga tumbuh pesat pada sektor pertanian, terutama karena kebutuhan remote monitoring yang juga sangat tinggi. Pelaku sektor ini disebut sampai kesulitan untuk menempatkan orang secara khusus untuk menggawanginya.

“Jadi, banyak sekali sensor-sensor IoT yang dibenamkan di sana," kata Teguh, dalam acara virtual IoT Device Makers Creation 2020 for Resilience in The Face of Pandemics, Rabu (29/7).

Selanjutnya, menurut dia, pertumbuhan penggunaan perangkat IoT meningkat sangat signifikan ada pada sektor energi, mulai dari energi air, energi listrik, dan energi gas, dengan tujuan untuk keperluan pemantauan.

Teguh juga melihat adanya potensi pertumbuhan penggunaan perangkat IoT pada sektor industri pengolahan (manufaktur). Setelah terpukul dan sempat harus tutup karena pandemi Covid-19, sektor manufaktur kini butuh peralatan industri berbasis IoT (industrial’s IoT) untuk menyesuasikan diri dengan kebiasaan baru (new normal).

"Ini terjadi terutama di kawasan-kawasan itu. Pengunaan IoT menjadi kebutuhan baru untuk saat ini dan mereka akan mengimplementasikan setelah kondisi Covid-19 agak mereda," katanya.

Ekosistem IoT

Teguh melanjutkan, ASIoTI, pada 2020 ini, mempunyai visi untuk menciptakan ekosistem yang akan meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, ASIoTI telah menggandeng berbagai pihak, di antaranya publik, sektor privat, akademisi, dan pemerintah untuk mewujudkannya.

Dari segi publik, ASIoTI mengembangkan komunitas-komunitas yang kreatif, produktif, dan inovatif. Asosiasi ini juga terus memberikan edukasi dan pembekalan tambahan pengalaman sekaligus meningkatkan keahlian (skill publik) untuk memanfaatkan IoT.

Sementara itu, untuk sektor privat, ASIoTI banyak mengadakan temu bisnis (business matching). "Kita berharap bisa menjadi akselerator, dan tidak kalah penting, kita mengembangkan kompetensi di sektor privat untuk semua bidang IoT, baik dari device, jaringan, platform, hingga solusi," ujar Teguh.

Selanjutnya, dari segi akademisi, ASIoTI banyak berperan dan mendukung riset dan pengembangan IoT. Asosaisi ini juga terlibat dalam mendukung local content developer, edukasi, serta sertifikasi yang yang dapat diterapkan untuk skill yang dibutuhkan oleh keseluruhan industri IoT Indonesia.

Teguh menyampaikan, ASIoTI bersama dengan pemerintah pun membuat ekosistem dan kebijakan bersama yang ramah bagi ekosistem dan publik. "Kedua, tentunya, kita melakukan enhancement bersama-sama untuk pertumbuhan ekosistem tersebut guna mendukung Industri 4.0 ke depannya," ujar Teguh.

Peran Pemerintah

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail mengatakan, pemerintah bersedia menjembatani  start-up IoT, atau produsen (makers) IoT dengan para pemangku kepentingan agar lebih dekat dengan pasar.

"Kami bersedia untuk ketuk pintu, mau ke kementerian mana, BUMN mana, kami bersedia membantu makers IOT," tutur Ismail.

Menurut dia, Kemenkominfo juga bersedia membantu penyediaan alatnya (tools). Harapannya, kerja sama antara Kemenkominfo dan makers IoT lebih dari sekadar pada tataran konsep, namun juga secara teknis dan implementasi.

"Ayo kita jalan bareng, membuka pintu bagi makers, terutama untuk memberikan solusi bagi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah)," harapnya.

Pengembangan IoT saat ini diharapkan Ismail dapat diprioritaskan pada pemberian solusi bagi UMKM di Tanah Air. Sebab, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, krusial untuk membantu UMKM go digital. Tujuannya agar dapat mendorong perekonomian Indonesia dan mencegah masuk ke jurang resesi.

Dia menyampaikan, potensi Indonesia masuk resesi hanya bisa diatasi dengan baik kalau UMKM tidak terdampak. “Karena, mayoritas ekonomi kita ditopang oleh UMKM, sehingga UMKM harus go online, harus masuk ke digital. Karena, dengan masuk digital, UMKM bisa survive," ujarnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN