Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemeriksaan Satelit Nusantara Dua oleh tim China Great Wall Industry Corporation di China Academy of Space Technology (CAST) Facility di Beijing, Tiongkok. (Foto: IST)

Pemeriksaan Satelit Nusantara Dua oleh tim China Great Wall Industry Corporation di China Academy of Space Technology (CAST) Facility di Beijing, Tiongkok. (Foto: IST)

PSN-Indosat Luncurkan Satelit Nusantara Dua

Emanuel Kure, Rabu, 1 April 2020 | 19:14 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bersama Indosat Ooredoo akan meluncurkan satelit Nusantara Dua pada kuartal dua, atau awal April tahun ini. Nusantara Dua akan menggantikan satelit Palapa-D untuk melayani kebutuhan akses internet broadband dan layanan broadcasting berkualitas tinggi.

Sebelumnya, pada 2017, PSN bersama Indosat Ooredoo dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (PNS) telah membentuk perusahaan patungan (joint venture) PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) untuk menandatangani pembelian satelit Nusantara Dua. Nantinya, satelit pun akan dioperasikan oleh PSNS.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, setelah meluncurkan satelit Nusantara Satu pada tahun lalu (2019), pihaknya berharap, satelit Nusantara Dua akan semakin memperkuat posisi kelompok usaha PSN sebagai pemain utama dan terkemuka di industri satelit di Indonesia.

“Dengan pengalaman dan rekam jejak PSN, kami optimistis satelit baru ini (Nusantara Dua) akan memberikan benefit bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia, sehingga dapat menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan digital nasional,” tutur Adi, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/4).

Presiden Direktur PSNS Johanes Indri Prijatmodjo melanjutkan, meski Indonesia dan dunia saat ini sedang menghadapi permasalahan sama, yaitu memerangi penyebaran virus korona, atau coronavirus disease (Covid-19) yang semakin meluas, pihaknya tetap berkomitmen untuk tetap meluncurkan satelit Nusantara Dua tepat waktu.

“Program satelit Nusantara Dua merupakan program jangka panjang kami dan merupakan bentuk komitmen perusahaan kepada para pelanggan di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Johanes.

Orbit

Dia menjelaskan, satelit Nusantara Dua akan beroperasi untuk menggantikan satelit Palapa-D milik Indosat Ooredoo yang berada di orbit 113 Bujur Timur (BT). Satelit Nusantara Dua yang dibuat oleh China Great Wall Industry Corporation memiliki berat pada saat diluncurkan 5.550 kilogram (kg) dan bobot roket peluncurnya mencapai 425.800 kg.

“Dengan kapasitas 20x36 MHz transponder C-band FSS dan 9,5 gigabits per second (Gbps) HTS, satelit dapat mencakup wilayah seluruh Indonesia, Asia-Pasifik, hingga Australia untuk transponder C-band dan seluruh Indonesia untuk HTS,” tuturnya.

Menurut Johanes, satelit Nusantara Dua dengan masa hidup hingga 15 tahun mendatang memiliki teknologi yang sama dengan pendahulunya, satelit Nusantara Satu, yakni membawa Classic Fixed Satellite Service di C-band dan HTS di Ku-band.

Satelit dengan spesifikasi tersebut lebih efisien dan tetap memiliki nilai tambah pada keandalan tautan. Satelit pun dapat dimanfaatkan untuk komunikasi satelit tersebar dan skala parabola kecil (very small aperture terminal/VSAT), broadcast, broadband, backbone, serta backhaul.

“Kami berharap, peluncuran berjalan lancar, sehingga diperkirakan dapat siap melayani masyarakat pada Juni 2020,” tutur Johanes.

Sementara itu, Chief Business Officer Indosat Ooredoo Bayu Hanantasena mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menyediakan layanan telekomunikasi terbaik bagi para pelanggan bisnis.

“Sejalan dengan strategi tiga tahun Indosat Ooredoo yang menjadikan B2B (business to business) sebagai mesin pertumbuhan baru, satelit Nusantara Dua akan melengkapi portofolio layanan Indosat Ooredoo Business,” ungkap Bayu.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN