Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menara Telekomunikasi. (IST)

Menara Telekomunikasi. (IST)

Segmen Middle Up Jarang Berpindah Layanan Operator Telekomunikasi

Selasa, 5 Januari 2021 | 19:59 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Untuk perusahaan telekomunikasi yang sudah memiliki kinerja keuangan yang sangat solid seperti Telkomsel, Smartfren dan XL merger atau akusisi belum terlalu dibutuhkan untuk waktu dekat.

Seperti kita ketahui bersama, saat ini  XL dan Telkomsel memfokuskan kepada peningkatan coverage dan kualitas layanan. Dua perusahaan telekomunikasi ini terus getol membangun jaringan fiber optik dan menambah BTS 4G di beberapa wilayah guna memberikan layanan data yang mumpuni. Dengan kualitas layanan data yang mumpuni tersebut Telkomsel dan XL memiliki pelanggan yang loyal dengan segmen middle up.  

"Segmen middle up ini sangat loyal dan minim sekali berpindah. Bahkan pelanggan yang loyal tersebut dan dapat dimonitisasi dengan baik oleh Telkomsel maupun XL," kata Victoria Venny, analis saham PT MNC Securitas dalam keterangannya, Selasa (5/1).

Sementara itu, terkait Indosat dan Hutchison 3 Indonesia (H3I) yang tengah melakukan kerja sama bisnis, Victoria Venn menilai kerja sama bisnis antara Indosat dan H3I yang nanti akan bermuara ke merger atau akusisi.

Merger atau akusisi di industri telekomunikasi dinilai Venny merupakan langkah yang bagus tidak hanya untuk  industri telekomunikasi nasional tetapi juga bagi  kedua perusahaan tersebut.

Bagi industri telekomunikasi nasional nantinya terjadi konsolidasi atau pengurangan jumlah operator selular di Indonesia sehingga potensi perang harga dapat semakin berkurang. Terlebih lagi di era digital seperti saat ini, menurut Venny kompetisi tidak melulu di harga. 

"Dengan perang harga seperti saat ini membuat industri telekomunikasi semakin berat. Dengan memasuki era digital seperti saat ini, justru yang dibutuhkan adalah user experience yang baik seperti kualitas layanan data yang handal dan coverage yang luas sehingga kompetisi dengan perang harga untuk saat ini sudah tidak valid lagi,"kata Venny.

Sedangkan benefit merger atau akusisi bagi Indosat dan H3I adalah potensi untuk memperkuat struktur permodalan. Dengan mereka bergabung diharapkan akan memperkuat permodalan kedua perusahaan tersebut. 

Lanjut Venny, untuk mendapatkan layanan dan kualitas yang prima seperti yang dimiliki oleh Smartfren, Telkomsel dan XL, Indosat dan H3I harus menggelontorkan  investas yang tidak sedikit. Baik itu di sisi backbone, backhaul maupun disisi lastmile (BTS). Sementara itu, dengan jaringan Telkomsel dan XL yang tersebar luas, dinilai Venny mampu meningkatkan jumlah pelanggan.

"Saat ini Telkomsel dan XL memiliki pelanggan yang sangat loyal. Selain karena program marketing mereka, cakupan dan kualitas jaringan yang handal juga membuat pelanggan loyal dan engan untuk berpindah,” katanya.


 


 


 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN