Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail. (Dok Kemenkominfo)

Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail. (Dok Kemenkominfo)

Sistem CEIR Pulih untuk Pendaftaran IMEI baru

Minggu, 11 Oktober 2020 | 19:08 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan, sistem Centralized Equipment Identity Register (CEIR) sebagai pusat pengolahan informasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) telah pulih dan bisa diisi kembali, setelah sebelumnya dilaporkan penuh.

"Sistem CEIR sudah bisa memasukkan IMEI baru," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail, melalui pesan singkat, seperti dikutip Minggu (11/10).

Kemenkominfo saat ini sedang menunggu daftar dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang tengah meneliti jumlah IMEI yang benar-benar akan direalisasikan di pasar ponsel Tanah Air.

"Kami menunggu daftarnya dari Kemenperin yang sekarang sudah meneliti jumlah IMEI yang benar-benar akan direalisasikan di pasar," ujarnya.

Ketua Bidang Hubungan Pemerintah Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Syaiful Hayat mengatakan, sejak tanggal 23 September 2020, pihaknya mendapat laporan bahwa sistem CEIR telah penuh mencapai 95%.

Kondisi itu menyebabkan IMEI dari Tanda Pendaftaran Produk (TPP) baru tidak dapat diunggah ke sistem CEIR. Akibatnya, ponsel yang baru diproduksi, atau diimpor setelah tanggal 23 September hingga saat ini tidak dapat diaktifkan.

APSI pun telah mengajukan surat kepada Kemenperin untuk segera memberikan solusi atas kondisi tersebut. Selanjutnya, Kemenperin sudah berkoordinasi dengan Kemenkominfo supaya sistem CEIR segera dibuka.

“Kita tidak ingin ini gaduh, tapi ya sampai sekarang masih proses, karena Kemenkominfo mau memastikan IMEI yang di-upload yang benar-benar sudah direalisasikan produksinya, atau mungkin importasinya," ujar Syaiful.

Syaiful meminta pemerintah menyelesaikan persoalan sistem CEIR agar konsumen dapat tenang menggunakan ponsel barunya. Hal ini sekaligus untuk meminimalisasi kekhawatiran dari industri ponsel yang bisa mengurangi jumlah produksinya.

CEO Mito Mobile Hansen, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan, jika persoalan IMEI terus berlanjut dan tak kunjung ada solusi, dikhawatirkan akan terjadi resesi di industri ponsel Tanah Air.

Baginya, persoalan TPP input IMEI ke CEIR menjadi pertaruhan hidup dan mati industri ponsel, tak terkecuali bagi Mito. "Saya dengar kawan-kawan brand nasional lainnya juga mengalami problem yang sama,” tuturnya.

Kebijakan pengendalian IMEI yang telah disahkan pada 15 September 2020 diselenggarakan bersama oleh Kemenperin, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kemenkominfo, dan didukung seleuruh operator telekomunikasi seluler.

Pemerintah menegaskan bahwa pengendalian IMEI pada perangkat telekomunikasi dilakukan untuk perlindungan konsumen sekaligus memberikan kepastian hukum kepada operator dalam menghubungkan perangkat yang sah ke jaringan telekomunikasi.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN