Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Smartphone Motorola Direspon Positif di RI

Gora Kunjana, Kamis, 23 Maret 2017 | 12:35 WIB

JAKARTASmartphone merek Motorola dengan nama baru Moto yang telah menjadi bagian dari Lenovo Group mendapatkan respons positif dari konsumen Indonesia.

 

Kehadiran Motorola yang menyasar segmen kelas menengah-atas (middle-premium) pun diyakini bakal mendulang ceruk pasar yang besar. Indikatornya, meski baru diluncurkan beberapa bulan lalu, Moto Z yang di-bundling dengan modular proyektor dan kamera husselblad telah ludes terjual.

 

Country Lead Lenovo Mobile Bussiness Group Indonesia Adrie R Suhadi mengatakan, stok produk moduler Moto proyektor dan kamera husselblad sempat habis di pasar Indonesia. Bahkan, stok sempat kosong hamper satu bulan. Tetapi dalam dua minggu terakhir, stoknya sudah kembali tersedia di pasar Indonesia.

 

“Ini menunjukkan respons pasar terhadap produkproduk Motorola sangat positif. Fakta ini membuat kami sangat bersemangat untuk terus menghadirkan produk-produk inovatif Motorola ke pasar Indonesia,” kata Adrie, saat peluncurkan smartphone Moto M di Jakarta, Rabu (22/3).

 

Menurut dia, di Indonesia, Motorola mengusung tagline Moto is back. Hal ini merupakan upaya dari Motorola untuk menghidupkan kembali brand Motorola yang sempat hilang di pasar Indonesia beberapa tahun terakhir.

 

Hingga saat ini, Motorola telah menghadirkan tiga mereka smartphone di pasar Indoensia, yaitu Moto E power yang menyasar segmen entery-level, Moto Z, Moto Z play, serta Moto M yang membidik segmen kelas menengah-atas. Namun, ke depannya, Motorola akan fokus bermain di segmen menengah-atas.

 

Sementara itu, Lenovo akan bermain di segmen menengah-bawah. Menurut data GfK, lanjut Adrie, total penjualan smartphone di Indonesia pada 2016 hingga 30 juta unit. Dari total jumlah tersebut, smartphone untuk kelas menengah mendapat porsi sekitar 30%, atau setara 10 juta unit.

 

“Ini artinya, pasar untuk kelas menengah dengan kisaran harga Rp 2,5-4 juta itu pasarnya masih besar. Jadi, dengan brand Motorola kami akan fokus bermain di segmen menengah-atas,” ujarnya.

 

Adrie menuturkan, beberapa waktu lalu, Motorola telah meluncurkan smartphone tipe Moto Z dan Z play yang dilengkapi dengan fitur tambahan berupa moduler mods. Fitur ini menjadikan smartphone multifungsi untuk berbagai aktifitas pengguna.

 

Misalnya, terdapat mods untuk proyektor, musik, kamera, dam lainnya. Moto Z diklaim sebagai smartphone yang paling laris secara global walaupun baru diluncurkan sekitar enam bulan yang lalu. Namun, penjualannya sudah mencapai sekitar 3 juta unit, angka yang menggembirakan. (man) 

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA