Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kartu seluler, atau SIM card (Foto: indiway.com/IST)

Ilustrasi kartu seluler, atau SIM card (Foto: indiway.com/IST)

SOP Penggantian Kartu Seluler Operator Dievalusi

Emanuel Kure, Kamis, 23 Januari 2020 | 10:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan mengevaluasi standard operating procedure (SOP) dalam penggantian kartu seluler (SIM card) pelanggan pada semua operator seluler di Tanah Air.

Hal tersebut perlu dilakukan agar kasus pengambialihan SIM card wartawan senior Ilham Bintang oleh pihak lain tanpa hak dan diikuti pembobolan uang ratusan juta rupiah tak terulang. Ilham Bintang mengaku baru saja mengalami pengambialihan kartu subscriber identity module (SIM card) Indosat Ooredoo miliknya (SIM swap) miliknya tanpa hak oleh pihak lain melalui layanan gerai.

Dari kejadian situ, kemudian, Indosat pun memblokir SIM card Ilham atas permintaan dari si pelaku, penjahat siber. Selanjutnya, pelaku masuk ke sejumlah akun aplikasi pembayaran dan keuangan yang dimiliki Ilham dan membobol uang ratusan juta rupiah.

Anggota BRTI I Ketut Prihadi Kresna Mukti mengungkapkan, pihaknya akan bertemu dengan operator telekomunikasi seluler untuk melakukan evaluasi SOP penggantian kartu seluler yang selama ini sudah dijalankani. BRTI akan melihat SOP yang dijalankan, parameter apa yang dipakai untuk memberikan layanan kepada pelanggan, termasuk proses pergantian sebuah SIM card.

“Karena ada kejadian seperti ini (kasus Ilham Bintang), makanya akan evaluasi bersama. Itu yang akan bersama-sama evaluasi, kalau memang ada kelemahan akan kita tutupi. Tetapi, kalau semuanya benar, berarti yang perlu ditingkatkan adalah implementasinya di lapangan. Jangan ada hal-hal yang merasa dianggap enteng. Hal-hal demikian harus ketat dalam pelaksanaannya,” ujar Ketut di Jakarta, Rabu (22/1).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Telekomunikasi Indonesia (ATSI) Marwan O Baasir mengungkapkan, pihaknya meyakini bahwa masing-masing operator seluler di Tanah Air sudah memiliki SOP dalam penanganan pelayanan kepada pelanggan, termasuk untuk penggantian kartu seluler baru.

Bahkan, dia mengklaim, seluruh anggota ATSI yang merupakan operator telekomunikasi di Indonesia sudah bersertifikat ISO 27001 sejak 2017. Karena itu, SOP para operator seluler sudah mencakup aspek keamanan, kerahasiaan, verifikasi, dan proses validasi yang akuntabel.

“Tapi, ATSI juga akan terus mengingatkan semua anggota untuk pengawasan ketat dalam seluruh proses pelayanan pelanggan. Tentu, setiap operator menggunakan pola yang berbeda, tetapi mengacu pada regulasi yang sama,” tutur Marwan.

Dia juga mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar senantiasa waspada dalam menjaga keamanan data pribadinya. Masyarakat diimbau untuk memahami dalam menggunakan smartphone karena di dalamnya terdapat banyak aplikasi dan proses pengoperasiannya juga sudah sangat canggih.

“Mungkin, kita belum memahami cara mengoperasikannya. Karena, apa yang kita foto bisa berpindah ke cloud (komputasi awan). Aplikasi itu bisa di-setting, privasinya diutamakan, sehingga terjaga datanya. Namun, apa pun data pribadi dapat digunakan transaksi bila itu yang diinginkan,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan, ATSI sangat mendukung rencana Kemenkominfo dan BRTI untuk melakukan evaluasi atas SOP penggantian kartu, atau layanan pelanggan yang lainnya agar kejadian serupa seperti dialami Ilham Bintang tidak terulang.

Data Pribadi

Kemenkominfo dan BRTI pun mengingatkan kepada masyarakat di Tanah Air untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam menggunakan data pribadi. Himbauan tersebut disampaikan berkaitan dengan kasus pembobolan rekening bank yang dilakukan oleh peretas melalui nomor SIM card Indosat yang digunakan oleh Ilham Bintang.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Inofrmatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo Semuel A Pangerapan mengatakan, kasus yang dialami oleh Ilham Bintang bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat dalam menggunakan dan mengamankan data pribadinya.

Dia menilai, kasus tersebut bisa terjadi karena serangkaian informasi yang telah terkonfirmasi. Data-data Ilham Bintang diduga telah terekspos dan kemudian dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kejahatan dengan membobol akun keuangan dan menggunakan kartu seluler miliknya sebagai alat pembuka.

“Sekali lagi, saya klarifikasi, bahwa kejadian ini tidak bisa hanya karena adanya SIM card. Tetapi, ada serangkaian informasi yang compromize, ada orang lain yang mengambilnya. Jadi, kalau tanpa ini, gak mungkin terjadi,” kata Semmy, sapaan akrab Semuel.

Kasus pembobolan melalui SIM card yang dialami Ilham Bintang seharusnya tidak akan terjadi jika serangkaian informasi data pribadinya tidak dikantongi oleh pelaku kejahatan. Tetapi, di sisi lain, dia juga menekankan kepada operator telekomunikasi juga untuk menjalankan SOP dengan benar dalam memberikan pelayanannya kepada para penggunanya.

Semmy juga menyampaikan, pada era digital seperti sekarang, masyarakat wajib memegang kerahasiaan data-data pribadinya. Apalagi, data-data tersebut sangat berkaitan dengan akun finansial dan informasi penting lainnya.

Selanjutnya, terkait kasus yang dialami oleh Ilham Bintang, Semmy tidak mau berkomentar lebih jauh. Karena, kasusnya sudah masuk ke dalam proses hukum. Namun, jika diperlukan bantuan dari pihak penegak hukum, pihaknysa juga siap untuk bekerja sama.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA