Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plt Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (Foto: Kemenkominfo)

Plt Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (Foto: Kemenkominfo)

Tinggal 6 Wilayah di Papua Belum Terlayani Internet

Senin, 9 September 2019 | 20:58 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah secara bertahap terus membuka kembali layanan data/internet di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat yang sudah semakin kondusif. Hingga Senin (9/9), tinggal menyisakan enam kabupaten/kota yang belum dibuka pemblokiran internetnya.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ferdinandus Setu mengatakan, sebanyak empat kabupaten/kota ada di Provisi Papua yang belum dibuka pemblokiran internetnya, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Jayawijaya.

“Dua lainnya ada kota di Papua Barat, yakni Kota Manokwari dan Kota Sorong yang masih belum sepenuhnya kondusif dan akan terus dipantau situasinya dalam satu, atau dua hari ke depan,” ujar Nando, panggilan akrab Ferdinandus Setu, dalam keterangannya, Senin (9/9).

Menurut dia, pembukaan layanan internet terus dilakukan sejak Rabu (4/9) dan terus berlanjut hingga Senin (9/9).

Dari 29 kabupaten/kota di wilayah Papua Barat, sebanyak 25 kabupaten yang sudah dibuka kembali blokir atas layanan data internetnya, yakni Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Nabire.

“Sementara itu, dari 13 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Papua Barat, terdapat 11 kabupaten yang sudah dibuka akses layanan data internetnya, yakni Kabupaten Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, dan Kabupaten Sorong,” tambahnya.

Nando juga menyampaikan, sebaran informasi hoaks/kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan, dan provokasi terkait dengan isu Papua terus menunjukkan tren menurun sejak 31 Agustus 2019. Puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah URL mencapai 72.500.

“Distribusi hoaks pun terus menurun, 42 ribu URL di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu URL pada tanggal 1 September 2019, lalu, serta menurun jadi 6.060 URL hoaks dan hasutan tanggal 6 September 2019,” tambah Nando.

Pemerintah pun kembali mengimbau kepada semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan, dan provokasi melalui media apa pun, termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung. (lm)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN