Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Bakti  Kemkominfo Anang Latif (kanan) bersama Direktur Operasional PT Palapa Timur Telematika Eddy Siahaan (kiri). (IST)

Dirut Bakti Kemkominfo Anang Latif (kanan) bersama Direktur Operasional PT Palapa Timur Telematika Eddy Siahaan (kiri). (IST)

Tower Palapa Ring Timur Dibakar Orang Tak Dikenal

Senin, 11 Januari 2021 | 20:17 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Bakti) mengumumkan peristiwa pembakaran tower telekomunikasi yang termasuk bagian jaringan Palapa Ring Timur di Kabupaten Puncak, Papua. Pembakaran dilakukan oleh orang tak dikenal, sehingga pelakunya masih diinvestigasi.

Direktur Utama Bakti Anang Latif mengatakan, pembakaran dilakukan oleh pihak yang belum diketahui identitasnya terhadap infrastruktur microwave Palapa Ring, yakni pada tower site B4 dan B5.

“Pada hari Sabtu, 9 Januari 2021, Bakti menerima laporan bahwa infrastruktur microwave Palapa Ring, tower B4 dan B5 yang berlokasi di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, dibakar oleh pihak yang masih belum diketahui identitas serta motifnya,” ungkap Anang, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (11/01).

Menurut dia, Tim Palapa Ring Paket Timur telah melakukan pengecekan ke dua lokasi kejadian melalui udara. Akibat dari terbakarnya kedua tower microwave tersebut, jaringan Palapa Ring di Kota Ilaga, Ibukota Kabupaten Puncak terputus.

Bakti pun telah mengambil langkah investigasi agar dapat mengidentifikasi motif pelaku pembakaran agar tidak berulang ke depannya. Menghadapi musibah ini, Bakti saat ini juga tengah mengupayakan beberapa hal.

Pertama, Bakti melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari tahu identitas pelaku dan motif pembakaran. Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk menyediakan layanan konektivitas jaringan Palapa Ring Timur agar tetap dapat digunakan.

"Kedua, kami tetap berkomitmen mengupayakan backup konektivitas di wilayah terdampak dengan menggunakan teknologi lain, yakni satelit (very-small-aperture terminal/VSAT), untuk melayani Kota Ilaga," jelas Anang.

Dia melanjutkan, pembangunan mega infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring sudah dimulai sejak tahun 2015, selesai pada akhir tahun 2019, dan mulai dimanfaatkan. Proyek ini merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan akses telekomunikasi merata ke seluruh wilayah Indonesia hingga ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Total jaringan kabel fiber-optic Palapa Ring mencapai sepanjang 12.148 kilometer yang telah terpasang dan menghubungkan sebanyak 90 kota dan kabupaten di Indonesia.

“Dalam merealisasikan program ini, kami senantiasa memupuk keyakinan dan dedikasi demi tercapainya Indonesia yang terhubung. Namun, pada hari ini (Senin, 11/1), rasa kecewa yang mendalam atas situasi terkini (pembakaran) yang terjadi di Palapa Ring Paket Timur," ungkap Anang.

Konektivitas

Sementara itu, Direktur Operasional PT Palapa Timur Telematika Edi Siahaan Mora mengungkapkan, dengan adanya kejadian pembakaran itu, secara teknis, kawasan di sekitar Kota Ilaga saat ini hanya didukung oleh satu sisi jaringan konektivitas yang rawan terputus.

“Tadinya Palapa Ring di sisi kiri dan kanan. Selanjutnya, konektivitas tidak punya proteksi ketika ada gangguan, jadi berpotensi down (akses telekomunikasinya),” tutur Edi.

Menurut dia, aktivasi backup layanan konektivitas membutuhkan waktu dan ketersediaan kapasitas jaringan (bandwith) yang memadai. “Kita butuh waktu untuk ketersediaan oleh provider VSAT dengan bandwidth yang mumpuni, atau mencukupi untuk kota di Ilaga," tuturnya.

Terkait upaya perbaikan dan pembangunan kembali infrastruktur microwave Palapa Ring untuk tower B4 dan B5, Edi mengharapkan adanya kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

"Semoga, ke depannya, masyarakat Indonesia, khususnya di Papua, lebih mengerti akan pembangunan yang dibangun oleh pemerintah untuk membantu masyarakat setempat,” pungkas Edi.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN