Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi investasi. (Foto: Pixabay)

Yuk! Maksimalkan Keuntungan dengan Strategi Investasi

Kamis, 5 Mei 2022 | 14:46 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Zaman yang modern membuat perkembangan literasi keuangan kian pesat. Banyak orang yang mulai menyadari bahwa menabung saja tidak cukup sebagai dana pensiun di masa depan. Hal ini disebabkan oleh inflasi mata uang yang tinggi dan suku bunga yang ditetapkan oleh bank. Oleh karenanya banyak orang mulai mencoba untuk berinvestasi di berbagai instrumen.

Investasi merupakan suatu kegiatan penanaman modal ke berbagai produk keuangan yang dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Biasanya besar kecilnya keuntungan yang bisa kamu peroleh tergantung dengan jumlah modal yang kamu pakai. Selain itu kamu bisa mendapat keuntungan maksimal dengan memahami pengertian, jenis, dan fungsi strategi investasi berikut ini.

Dilansir dari Pintu Academy, strategi investasi adalah kumpulan cara investasi yang dimiliki oleh investor yang berguna untuk memperkecil resiko dan memperbesar perolehan keuntungan. Pada dasarnya strategi investasi akan membantu kamu agar terhindar dari investasi abal-abal. Sebab penipuan berkedok investasi semakin tinggi kasusnya.

Investasi memang menawarkan keuntungan yang besar dengan waktu yang singkat. Namun kamu juga harus paham resiko yang ada di dalamnya. Yang mana semakin tinggi modal yang kamu pakai maka akan semakin besar resiko yang bisa kamu derita. Oleh karena itu kamu memerlukan strategi investasi agar resiko kerugian yang terjadi bisa diperkecil.

Salah satu investor paling kaya di dunia saat ini adalah Warren Buffet. Ia mendapatkan kekayaannya bukan hanya dalam satu hari. Warren berkecimpung dalam dunia investasi selama bertahun-tahun lamanya. Jatuh bangun sudah ia rasakan, oleh karenanya tidak heran jika kini Warren Buffet tinggal menikmati hasil investasi yang ia miliki.

Baca juga: S&P Pertahankan Peringkat ‘Layak Investasi’ Indonesia

Dari kisah Warren inilah maka kamu bisa ambil kesimpulan jika di dunia investasi harus siap akan resiko yang ada nantinya. Waspadai jika ada tawaran investasi jangka pendek dengan keuntungan besar, karena hal itu bisa jadi tipuan. Buat strategi investasimu sendiri sehingga kamu tidak akan salah dalam memilih produk investasi.

Setelah tahu apa itu strategi investasi, maka selanjutnya pahami macam strategi investasi. Ada setidaknya 6 macam strategi investasi, yaitu:

1. Tentukan Tujuan Investasi

Langkah pertama sebelum memulai berinvestasi adalah kamu harus memiliki tujuan investasi yang jelas. Akan digunakan untuk apa saja keuntungan investasi yang kamu peroleh. Dengan begitu maka kamu tidak akan mudah menyerah ketika mengalami kerugian di awal investasi. Selain itu tujuan investasi yang jelas juga bisa menjadi motivasi kamu dalam berinvestasi. Pada dasarnya keuntungan yang diperoleh dari investasi bisa digunakan untuk berbagai hal. Seperti dana di masa tua, dana pendidikan anak, maupun uang untuk membeli properti.

2. Gunakan Maksimal 20% dari Penghasilan

Kesalahan yang paling sering dilakukan para investor pemula adalah menggunakan seluruh penghasilan mereka untuk modal investasi. Padahal cara ini salah besar dan bisa mendatangkan kerugian di masa mendatang, sehingga memicu rasa putus asa pada investor.

3. Belajar Analisis Investasi

Strategi investasi berikutnya adalah dengan lebih mendalami strategi investasi. Yang mana terdapat dua jenis analisis yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental adalah sebuah analisis yang mempelajari sebuah saham sebelum akhirnya membelinya. Sedangkan analisis teknikal yakni metode analisa dengan memperhatikan pergerakan harga saham melalui grafik yang ada. Pada dasarnya analisis investasi teknikal digunakan untuk jenis investasi jangka pendek. Sedangkan analisis fundamental lebih sering dipakai untuk jenis investasi jangka panjang.

Baca juga: Simak Saran Investasi Elon Musk Selama Inflasi, Senada dengan Warren Buffett

4. Belajar Lebih Dalam Mengenai Instrumen Investasi

Selain mempelajari jenis analisis pada investasi, kamu juga bisa memperdalam pengetahuan investasi kamu dari berbagai sumber. Kamu bisa mencari di internet mengenai apa itu investasi dan bagaimana cara mendapatkan keuntungan yang maksimal dari investasi tersebut.

5. Diversifikasi Dalam Investasi

Resiko yang ada pada investasi tidak bisa dihilangkan namun bisa dikurangi. Salah satunya adalah menggunakan strategi diversifikasi. Strategi ini akan membantu kamu untuk tidak hanya fokus di satu jenis investasi saja, namun kamu bisa mencoba jenis investasi lain dalam satu waktu.

6. Sering Melihat Pasar Investasi

Pergerakan di pasar investasi bisa dibilang sangat cepat. Jika siang harinya investasi saham menguntungkan maka malam harinya bisa jadi menurun. Oleh karena itu selalu ikuti berita investasi terbaru sehingga kamu tidak akan salah dalam memilih jenis investasi. Adapun, untuk meminimalisir resiko, kamu juga dapat berinvestasi di berbagai instrumen, salah satunya investasi pada aset kripto yang cocok digunakan seabgai investasi jangka panjang.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN